Dinamika Oksigen Terlarut, Bahan Organik Total, Dan Kebutuhan Oksigen Biologis Pada Budidaya Ikan Nila Merah (Oreochromis Sp.) Dengan Sistem Resirkulasi Menggunakan Jaring Dan Bead Statis Sebagai Filter
Ramadhani Rizki Handriawan, Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi.
2025 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN
Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS) merupakan solusi efektif
untuk menjaga kualitas air dalam budidaya intensif dengan memaksimalkan
efisiensi penggunaan air dan lahan. Pada sistem budidaya intensif seperti
sistem akuakultur resirkulasi (Recirculating
Aquaculture System), manajemen oksigen menjadi penting karena air
terus-menerus diolah dan digunakan kembali dalam sistem tertutup. Penggunaan
media filter pada filter mekanis dapat memengaruhi laju aliran air dan lebih
lanjut dapat berdampak pada kondisi oksigen terlarut dan kualitas air secara
keseluruhan. Penelitian ini difokuskan pada media filter jaring nelayan dan bead
statis karena keduanya mewakili dua karakteristik fisik media yang berbeda,
serta telah umum digunakan dalam RAS skala budidaya intensif. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dinamika oksigen terlarut
dalam budidaya ikan nila menggunakan sistem resirkulasi dengan media filter
mekanis jaring nelayan dan bead statis serta memberikan rekomendasi
optimalisasi desain RAS dengan penggunaan
jaring nelayan dan bead statis dalam pengelolaan
oksigen terlarut. Penelitian ini akan dibagi menjadi dua tahap utama, yaitu
proses desain sistem dan pengujian performa sistem akuakultur resirkulasi yang
telah dibuat dengan melakukan pemeliharaan ikan nila selama 80 hari dan dilakukan
pengecekan kualitas air, utamanya nilai oksigen terlarut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bead statis cenderung lebih baik daripada jaring
nelayan dengan tren nilai DO yang selalu berada lebih tinggi dari perlakuan
jaring nelayan. Namun, efisiensi filter dalam mengelola oksigen yang lebih baik
nilainya ditunjukkan dari hasil dari perlakuan jaring nelayan dengan nilai 47,77%±8,24%
(pagi) dan 44,69%±9,19% (siang), sedangkan perlakuan bead statis dengan
nilai efisiensi 40,75%±13,56% (pagi) dan 38,34%±10,09% (siang).
The Recirculating Aquaculture System (RAS) is an effective
solution for maintaining water quality in intensive aquaculture by maximizing
the efficiency of water and land use. In intensive culture systems such as RAS,
oxygen management becomes critical because the water is continuously processed
and reused within a closed-loop system. The use of media in mechanical filters
can influence water flow rate, which in turn affects dissolved oxygen (DO)
levels and overall water quality. This study focuses on fishing net and static
bead filter media, as they represent two different structural
characteristics—open and dense media—and are commonly used in intensive
aquaculture systems. The aim of this study is to determine the differences in
dissolved oxygen dynamics in Nile tilapia culture using a recirculating system
with fishing net and static bead as mechanical filter media, and to provide
recommendations for optimizing RAS design using these filters in managing
dissolved oxygen. The research was conducted in two main stages: the design of
the system and the performance testing of the constructed RAS by cultivating
Nile tilapia for 80 days while monitoring water quality parameters,
particularly dissolved oxygen levels. The results showed that the static bead
filter produced higher DO values than the fishing net filter, with DO trends
consistently higher in the static bead treatment. However, the fishing net
treatment showed better efficiency in oxygen management, with average morning
and afternoon efficiencies of 47,77% ± 8,24% and 44,69% ± 9,19%, respectively,
compared to 40,75% ± 13,56% in the morning and 38,34% ± 10,09% in the afternoon
for the static bead treatment.
Kata Kunci : Kata kunci: Bead Statis, Filter Mekanis, Ikan Nila Merah, Jaring nelayan, Kualitas air, Oksigen terlarut, Sistem Akuakultur Resirkulasi. ?