Analisis Postur Kerja Perajin Batik dengan Metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan GROW (Gradients of Occupational Health in Hospital Workers)
Mahan Mahendar Puspito, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc. Ph.D., IPM. ASEAN. Eng
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIAnalisis postur kerja menjadi bagian penting dalam penilaian ergonomi. Analisis postur kerja telah banyak digunakan untuk mengevaluasi postur kerja di industri-industri manufaktur besar dan industri kecil menengah. Terdapat berbagai macam metode analisis postur kerja serta pengembangannya guna menyesuaikan jenis pekerjaan yang ingin dievaluasi. Salah satunya adalah Rapid Entire Body Assessement (REBA). Beberapa peneliti mengembangkan metode REBA menjadi Gradient of Occupational Health in Hospital Workers (GROW) untuk menganalisis dan mengevaluasi jenis pekerjaan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan REBA dan GROW sebagai metode penilaian postur kerja perajin batik. Penelitian ini mengambil 51 postur kerja perajin batik saat melakukan aktivitas pembuatan batik. Postur kerja tersebut diambil dari 6 stasiun kerja pada proses produksi batik. Postur kerja dianalisis dengan REBA dan GROW sehingga menghasilkan nilai level risiko untuk setiap bagian tubuh. Bagian tubuh yang dianalisis antara lain punggung, leher, kaki, lengan atas, lengan bawah, dan pergelangan tangan. Nilai level risiko kemudian dibandingkan melalui uji Wilcoxon untuk mengetahui tingkat perbedaan dan tingkat sensitivitas masing masing metode. Hasil analisis postur kerja dengan metode REBA digunakan sebagai referensi dalam membuat rekomendasi perbaikan tempat kerja. Hasil dan pembahasan menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai level risiko lengan bawah bagian kanan dan pergelangan tangan antara metode REBA dan GROW. Tingkat sensitivitas metode GROW lebih tinggi dibanding metode REBA untuk postur lengan bawah bagian kanan dan pergelangan tangan pada pekerjaan perajin batik. Rekomendasi perbaikan tempat kerja yang dapat dilakukan adalah mengubah desain permukaan meja kerja menjadi adjustable untuk stasiun pengecapan dan stasiun pencoletan, penambahan tinggi bak bilas pada stasiun pelorotan, mengubah diameter pegangan alat pengaduk pada stasiun pelorotan, dan penambahan tinggi bak air pada stasiun pengasaman/penggaraman.
Kata Kunci : perajin batik, postur kerja, REBA, GROW, level risiko, sensitivitas, rekomendasi