Partisipasi Kelompok Petani Subak Abian Sari Boga dalam Pengelolaan Ekowisata Kiadan Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali
Wianda Puspa Nindita Ramadinda, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Subak Abian Sari Boga menjadi modal dalam pengembangan atraksi ekowisata di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Ekowisata yang ideal seharusnya dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat lokal tanpa menghilangkan hak atas tanah dan budaya yang ada sehingga partisipasi petani subak menjadi aspek yang penting dalam pengelolaannya. Penelitian ini mengeksplorasi bentuk dan tingkatan partisipasi petani subak dalam pengelolaan ekowisata Kiadan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengacu pada teori partisipasi Cohen & Uphoff yang membagi partisipasi ke dalam empat jenis yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi; serta tingkatan partisipasi Arnstein yang terbagi ke dalam delapan tangga, mulai dari manipulation sampai citizen control.
Berdasarkan hasil penelitian, bentuk partisipasi petani subak terdiri dari (1) partisipasi pengambilan keputusan melalui musyawarah adat/sangkep berada di tingkatan manipulation, (2) partisipasi pelaksanaan melalui beberapa kontribusi sumber daya berada di tingkatan partnership, (3) partisipasi pengambilan manfaat secara sosial, ekonomi, dan personal, masih belum diterima secara merata oleh para petani, dan (4) partisipasi evaluasi yang minim berada di tingkatan manipulation. Adapun faktor yang mempengaruhinya yakni keterbatasan forum yang menjadi akses komunikasi dan wadah diskusi antarpihak; kurangnya sumber daya dan kapabilitas petani dalam mendukung pengelolaan ekowisata; serta dinamika kepemimpinan yang menggeser keterlibatan subak.
Subak Abian Sari Boga is an asset in the development of ecotourism attractions in Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Petang District, Badung Regency, Bali. Ideally, ecotourism should be able to provide benefits and promote the well-being of local communities without eliminationg existing land and cultural rights. Therefore, the participation of subak farmers becomes a crucial aspect in its management. This study explores the forms and levels of subak farmers’ participation in the management of Kiadan ecotourism, as well as the factors that influence it. The research employed a descriptive-qualitative method with data collected through participant observation and in-depth interviews. It refers to Cohen & Uphoff’s theory of participation, which categorizes participation into four types—decision-making, implementation, benefit-taking, and evaluation—as well as Arnstein’s ladder of participation, which ranges from manipulation to citizen control.
Based on the results of the study, the forms of participation of subak farmers consists of (1) participation in decision-making through traditional meetings (sangkep), which falls under the level of manipulation; (2) participation in implementation through various resource contributions, categorized at the level of partnership; (3) participation in benefit-taking—socially, economically, and personally—which remains unevenly distributed among farmers; and (4) participation in evaluation, which is minimal and falls under the level of manipulation. Factors influencing participation include the limited availability of forums for communication and discussion among stakeholders; the lack of resources and capacities among farmers to support ecotourism management; and leadership dynamics that have shifted the involvement of the subak organization.
Kata Kunci : petani subak, partisipasi, pengelolaan ekowisata