Laporkan Masalah

Pemetaan Zona Penangkapan Ikan Layang (Decapterus spp.) di Laut Jawa Periode 2019-2023

Hesti Muspiyani, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.

2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Ikan layang (Decapterus spp.) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil yang dominan ditangkap di Laut Jawa dan bernilai ekonomi penting. Penentuan daerah penangkapan ikan layang di Laut Jawa masih menggunakan cara tradisional yang dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona penangkapan ikan layang di Laut Jawa periode 2019-2023 dengan menganalisis citra satelit suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil-a, angin, dan data logbook penangkapan ikan layang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tangkapan ikan layang tertinggi terjadi pada bulan April (Muson Peralihan I) diduga karena kecepatan angin rendah dan mendukung untuk operasi penangkapan ikan, sedangkan jumlah tangkapan ikan terendah terjadi pada bulan Juli-Agustus (Muson Tenggara) ketika kecepatan angin tinggi dan diduga tidak sesuai untuk kegiatan penangkapan ikan. Pemodelan zona penangkapan ikan layang menunjukkan probabilitas tertinggi (79,27%) untuk mendapatkan ikan layang terdapat pada bulan Juni dan probabilitas terendah (40,89%) untuk mendapatkan ikan layang terjadi pada bulan Desember. Informasi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan strategi penangkapan ikan layang di Laut Jawa.


Scads (Decapterus spp.) represent a small pelagic fish species primarily harvested in the Java Sea, holding considerable economic significance. The identification of scad fishing grounds in the Java Sea continues to rely on traditional methods, which are deemed inefficient due to their high demands in terms of time, effort, and operational costs. This study aims to map the fishing grounds for scad in the Java Sea during the period of 2019-2023 by analyzing satellite imagesof sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, wind, and scad fishing logbook data. The research findings indicate that the peak catch of scads was recorded in April (Transition Monsoon I), likely attributable to reduced wind speed, facilitating fishing activities. During July and August, coinciding with the Southeast Monsoon, the fish catch is at its lowest due to high wind speeds, which are considered unfavorable for fishing activities. The fishing grounds model indicates that the probability of capturing scads is highest in June at 79,27% and lowest in December at 40,89%. This information can be taken into account when formulating a strategy for catching scads in the Java Sea.

Kata Kunci : Decapterus spp., suhu permukaan laut, indeks kesesuaian habitat, klorofil-a, Laut Jawa

  1. S1-2025-476793-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476793-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476793-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476793-title.pdf