The Differences in Attitudes Toward Marriage Based on Attachment Styles Among Single Emerging Adults
Azka Putri Akbar, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Tren di kalangan dewasa muda Indonesia menunjukkan semakin banyak individu yang memilih menunda atau menghindari pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gaya kelekatan-secure, anxious, dan avoidant-menghasilkan perbedaan sikap terhadap pernikahan. Berdasarkan teori kelekatan Bowlby, diasumsikan bahwa pola kelekatan sejak dini mempengaruhi pandangan indivdu terhadap komitmen jangka panjang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 205 partisipan lajang berusia 18-29 tahun yang mengisi Adult Attachment Scale (AAS) dan Marital Attitude Scale (MAS). Hasil one-way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan dalam sikap terhadap pernikahan berdasarkan gaya kelekatan. Partisipan dengan gaya secure menunjukkan sikap lebih positif dibanding anxious, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antara avoidant dengan yang lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika emosional dalam hubungan dekat dapat membentuk sikap terhadap pernikahan. Pembahasan juga menyoroti pengaruh faktor soiokultural sebagai aspek yang turut membentuk sikap tersebut. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi intervensi psikologis untuk mendukung hubungan jangka panjang yang sehat.
Marriage trends are shifting among Indonesian emerging adults, with many delaying or avoiding it. This study examines whether attachment styles-secure, anxious, and avoidant-result in different attitudes toward marriage. Based on Bowlby's attachment theory, it was hypothesized that attachment styles would produce different marital attitudes. Using a quantitative approach, 205 single participants aged 18-29 completed the Adult Attachment Scale (AAS) and Marital Attitude Scale (MAS). One-way ANOVA showed a significant difference in marital attitudes across those with anxious attachment. No significant difference was found between the avoidant group and the others. These findings highlight how emotional patterns from early relationships shape marital expectations. The discussion also incorporates support from a sociocultural standpoint as a potential factor. This study may help inform psychological efforts to foster healthy long-term relationships in young adults.
Kata Kunci : attitudes toward marriage, attachment styles, emerging adulthood, Indonesia