Laporkan Masalah

Tantangan dan Kepastian Hukum Pembatalan Perkawinan Katolik melalui Tribunal Gerejawi (Studi Kasus Pembatalan Perkawinan Pasangan X dan Y di Kota Manado)

Angelina Sekar Larasati, Sa'ida Rusdiana, S.H., LL.M.

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tantangan yang dialami pasangan suami istri Katolik dan Tribunal Gerejawi dalam proses pembatalan perkawinan serta mengetahui dan mengkaji akibat hukum bagi pasangan suami istri Katolik yang mengajukan permohonan pembatalan perkawinan melalui Tribunal.

Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif-empiris dan bersifat deskriptif. Bahan penelitian meliputi data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, artikel jurnal dan data kepustakaan lain kaitannya dengan pembatalan perkawinan serta data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap pasangan suami istri yang mengajukan pembatalan perkawinan di Tribunal serta dilengkapi wawancara dengan narasumber. Hasil data primer dan sekunder yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pasangan suami istri dan Dewan Tribunal Gerejawi (diwakili oleh narasumber Hakim Tribunal) mengalami beberapa tantangan kaitannya dengan proses pembatalan perkawinan di Tribunal. 2) akibat hukum yang diberikan Gereja dalam perkara ini adalah status liber atau bebas yang menyatakan bahwa pasangan suami dan istri tidak terikat dengan status perkawinan dan terbebas dari halangan nikah, sedangkan kaitannya dengan anak dan harta bersama diatur oleh hukum negara, yaitu ketentuan dalam KUHPerdata dan UUP.

This legal research aims to find out and examine the challenges faced by Catholic married couples and the Tribunal in the process as well as the legal consequences for Catholic married couples who apply for the nullity of marriage through the Tribunal.

This legal research is a normative-empirical research and is descriptive in nature. The research materials include secondary data obtained from laws and regulations, books, journal articles, and other literature data related to the nullity of marriage and primary data obtained through interview with Catholic married couples who apply for the nullity of marriage at Tribunal and are complemented by experts interviews. The analysis of this research was carried out by using qualitative methods and presented in descriptive form.

The results showed that 1) spouses and Tribunal council experienced several challenges in relation to the process of the nullity of marriage at the Tribunal. 2) the legal consequences given by the church in this case is a 'status liber' which states that the husband and wife are not bound by the marital status and are free from marriages impediments. Meanwhile, the Church does not regulate the legal consequences regarding children and joint property since it is regulated by Indonesian Civil Code (KUHPerdata) and Law No. 1 of 1974 on Marriage (UUP).

Kata Kunci : tantangan, kepastian hukum, pembatalan perkawinan, Tribunal Gerejawi

  1. S1-2025-473071-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473071-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473071-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473071-title.pdf