Kajian perubahan kualitas air sungai Code setelah melewati kawasan perkotaan tahun 2005
Eva Maria Kusuma, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.; Dra. Margaretha Widyastuti, M.T.
2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan pada penggal Sungai Code yang merupakan anak Sungai Opak yang membelah kawasan perkotaan Yogyakarta. Di kawasan perkotaan terdapat permukiman dan berbagai jenis kegiatan industri yang tidak hanya menggunakan air Sungai Code untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga membuang limbahnya ke Sungai Code. Hal tersebut dapat mengakibatkan kualitas air Sungai Code menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kualitas air Sungai Code. Pengambilan sampel air sungai dilakukan pada musim kemarau dengan metode purposive sampling di daerah sebelum memasuki kawasan perkotaan, perbatasan kawasan perkotaan, kawasan perkotaan dan setelah kawasan perkotaan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu suhu, DHL, bau, warna, kekeruhan, TSS, pH, Fe Total, Mn2+, NH4, NO2, NO?, deterjen, DO, BOD, dan COD. Hasil analisis diplotkan dalam peta untuk diketahui sebarannya dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air Sungai Code sebelum memasuki kawasan perkotaan memiliki nilai zat padat tersuspensi lebih rendah daripada di lokasi lain dengan nilai 179 mg/l, kekeruhan dengan nilai 50 FTU, dan terdapat bau sedikit. Parameter-parameter lain di lokasi ini tidak melebihi batas baku mutu. Di daerah perbatasan sebelum kawasan perkotaan terdapat parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu yaitu zat padat tersuspensi dengan nilai 287 mg/l, kekeruhan (45 FTU), Fe Total (1,54 mg/l), Mangan (Mn2+) dengan nilai 0,76 mg/l dan DO (5,9 mg/l). Hampir semua nilai parameter kualitas air di kawasan perkotaan tidak sesuai dengan baku mutu antara lain nilai zat padat tersuspensi (228 mg/l), kekeruhan dengan nilai 55 FTU, Fe Total (1,1 mg/l), Nitrit (NO?) (1,09 mg/l), Nitrat (NO3) (15,5 mg/l), DO (3,7 mg/l) dan terdapat bau yang menyengat. Di daerah perbatasan setelah kawasan perkotaan terdapat nilai zat padat tersuspensi (288 mg/l), kekeruhan (35 FTU) dan Nitrit (NO?) dengan nilai 0,91 mg/l yang berada di atas baku mutu yang diperbolehkan dan setelah kawasan perkotaan nilai yang berada di atas baku mutu adalah zat padat tersuspensi (231 mg/l) dan nilai kekeruhan (40 mg/l).
-
Kata Kunci : kualitas air sungai, kawasan perkotaan,river water quality, urban area,Bantul,Sleman,Kota Yogyakarta,DIY