ANALISIS USAHA PENGGEMUKAN DOMBA DI KELOMPOK TERNAK SEHATI DI DESA SUKORINI KECAMATAN MANISRENGGO KABUPATEN KLATEN
Aldita Baroch Safira Kaloka, Prof. drh. Aris Junaedi, Ph.D.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Domba merupakan salah satu sumber pemasok daging di
Indonesia yang kini semakin diminati oleh masyarakat, hampir setara dengan
permintaan daging kambing. Oleh karena itu, diperlukan metode beternak yang
efisien dan menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha
penggemukan domba yang dilakukan oleh Kelompok Ternak
Sehati di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten
Klaten. Penelitian berlangsung selama tiga bulan dengan
menggunakan bibit domba
betina berkualitas berusia
8 bulan hingga
1 tahun dengan bobot awal 15–25 kg. Metode yang
diterapkan mencakup prakondisi hingga program
penggemukan sesuai dengan
Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari kedatangan hingga domba siap dijual. Variabel utama
yang diamati adalah pertumbuhan berat badan dan pendapatan yang diperoleh
kelompok ternak. Penelitian dilakukan pada 44 ekor domba, dengan pengukuran
berat badan setiap bulan serta pencatatan seluruh biaya operasional, termasuk pakan dan obat-obatan,
guna menghitung keuntungan yang diperoleh. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan berat badan
domba mencapai 6,42 ± 0,24 kg dalam tiga bulan. Sehingga, Kelompok
Ternak Sehati mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.725.942 dengan nilai R/C ratio
1,03>1, yang mengindikasikan bahwa usaha ini sudah mencapai tingkat
keuntungan yang optimal. Akan tetapi program penggemukan yang dilakukan
oleh Kelompok Ternak Sehati tetap diperlukan evaluasi
agar dapat meningkatkan
profitabilitas di masa mendatang.
Sheep is one of the sources of meat supply
in Indonesia that is now increasingly
in demand by the public, almost on par with the demand for goat meat.
Therefore, efficient and profitable farming methods are needed. This study aims to analyze
the sheep fattening business conducted by the Sehati Livestock Group in
Sukorini Village, Manisrenggo District, Klaten Regency. The study lasted for
three months using quality ewe lambs aged 8 months to 1 year with an initial
weight of 15-25 kg.
The methods applied included preconditioning to the fattening program in
accordance with the Standard Operating Procedure (SOP), starting from arrival
until the sheep were ready
for sale. The main variables observed were body weight
growth and income earned by the livestock group. The study was conducted on 44 sheep, with monthly body weight
measurements and recording of all operational costs, including feed and
medicine, to calculate the profit earned. The results showed that the average
weight gain of sheep reached 6.42 ± 0.24 kg in three months. Thus, the Sehati
Livestock Group earned a profit of Rp1,725,942 with an R/C ratio value of
1.03>1, indicating that this business has reached the optimal profit level.
However, the fattening program carried out by the Sehati Livestock Group still
requires evaluation in order to increase profitability in the future.
Kata Kunci : Domba, Penggemukan Domba, Analisis Usaha, Kenaikan Berat Badan./Sheep, Sheep Fattening, Business Analysis, Weight Gain.