Laporkan Masalah

Tingkat Kejadian dan Intensitas Infeksi Koksidia pada Burung Puyuh (Coturnix Japonica) dari Berbagai Kelompok Umur

Rizqi Putra Wicaksono, Prof. Dr. drh. Irkham Widiyono

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Infeksi koksidia merupakan salah satu penyakit parasit yang dapat menyebabkan kerugian signifikan pada peternakan burung puyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dan intensitas infeksi koksidia pada burung puyuh di peternakan rakyat di desa Jatisari, kecamatan Sambi, kabupaten Boyolali, dengan sistem intensif menggunakan kendang baterai. Penelitian dilakukan pada 100 sampel feses burung puyuh dari dua kelompok umur, yaitu pullet (28 hari) dan layer (1,5 tahun), menggunakan metode Whitlock untuk mengidentifikasi oosista Eimeria sp. Data dianalisis menggunakan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kejadian infeksi sebesar 98%, 100% pada kelompok pullet dan 96% pada layer. Intensitas infeksi lebih tinggi pada pullet, dengan 50% kategori ringan, 32% sedang, dan 18?rat. Sebaliknya, pada layer, 90% termasuk kategori ringan, 2% sedang, 4?rat, dan 4% negatif. Uji statistik tingkat intensitas koksidiasis terhadap umur menunjukkan hasil (p<0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa umur merupakan faktor yang berpengaruh terhadap intensitas infeksi koksidiasis pada burung puyuh. Selain itu, terdapat faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat kejadian infeksi koksidia pada burung puyuh yaitu suhu dan kelembaban, kepadatan kendang, dan tidak adanya kandungan koksidiostat pada pakan.

Coccidiosis is a parasitic disease that can cause significant losses in quail farming. This study aimed to determine the incidence and intensity of coccidia infection in quails at smallholder farms in Jatisari village, Sambi subdistrict, Boyolali regency, operated intensively using battery cage systems. The research was conducted on 100 quail fecal samples from two age groups: pullets (28 days old) and layers (1.5 years old), using the Whitlock method to identify Eimeria sp. oocysts. Data were analyzed using the Chi-square test. Results showed an overall infection rate of 98%, with 100% in the pullet group and 96% in the layer group. Infection intensity was higher in pullets, with 50% in the mild category, 32% moderate, and 18% severe. Conversely, in layers, 90?ll into the mild category, 2% moderate, 4% severe, and 4% negative. Statistical testing indicated that age significantly affected coccidiosis intensity (p?<?0.05). These findings demonstrate that age is a significant factor influencing the intensity of coccidiosis infection in quails. In addition, factors that influence the high incidence rate of coccidia infection in quails include temperature and humidity, cage density, and the absence of coccidiostat content in the feed.

Kata Kunci : Burung Puyuh, Koksidiasis, Umur

  1. S1-2025-473082-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473082-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473082-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473082-title.pdf