Laporkan Masalah

ANALISIS SISTEM PENENTUAN SAFETY STOCKPADA SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT (Studi Kasus di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jogja)

Herlinawati, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2011 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Persoalan utama yang sering dihadapi oleh instalasi farmasi rumah sakit adalah ketidaksesuaian jumlah persediaan obat dengan permintaan. Ada kalanya jumlah persediaan mengalami kelebihan, namun ada juga permintaan tidak dapat terpenuhi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kebutuhan akan obat yang susah diprediksi. Manajemen persediaan yang tepat perlu diterapkan agar instalasi farmasi dapat selalu memenuhi kebutuhan tanpa mengalami overstock. Perencanaan pemesanan obat dilakukan oleh staf gudang dan administrasi farmasi setiap bulan menggunakan metode konsumsi dengan buffer (safety stock) sebesar jumlah konsumsi selama satu bulan sebelumnya. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya overstock. Penelitian dilakukan untuk menentukan metode perhitungan safety stock yang paling optimal dengan metode pengendalian persediaan minimum-maximum. Analisis ABC dan Vital Essential Non-essential (VEN) dilakukan terhadap 815 jenis obat dan Bahan Habis Pakai (BHP). Sejumlah 21,72% merepresentasikan golongan A, 25,15% golongan B dan 53,13% golongan C, dimana 41 jenis obat termasuk dalam golongan A vital. Obat golongan A vital tersebut menjadi fokus obyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penetepan safety stock paling optimal adalah teoritis berdasarkan service level. Sedangkan sistem pengendalian paling optimal adalah sistem hibrid periodicreview-order point. Hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya stockout dan menurunnya nilai persediaan sebesar 26,48% dari nilai persediaan aktual.

Kata Kunci : obat, ABC-VEN, safety stock, hibrid, persediaan.

  1. S1-FTK-2011-Herlinawati-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2011-Herlinawati-biblioraphy.pdf  
  3. S1-FTK-2011-Herlinawati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2011-Herlinawati-title.pdf