Evaluasi Efektivitas Pengobatan untuk Menurunkan Perilaku Bunuh Diri pada Pasien Rawat Inap dengan Gangguan Kecemasan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada
ELLEN SUSANTO, Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, S.Si., M.Si.; apt. Arief Rahman Hakim, M.Si.
2025 | Skripsi | FARMASI
Perasaan cemas berlebihan yang mengganggu kegiatan sehari-hari disebut gangguan kecemasan. Beberapa studi sudah dilakukan untuk menunjukkan adanya keterkaitan antara gangguan kecemasan dan kemungkinan bunuh diri seseorang. Di Indonesia sendiri sejak awal 2023 hingga 24 Mei 2023, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mencatat 451 kasus bunuh diri, dengan jumlah kasus bunuh diri tertinggi terjadi pada Maret 2023 dan April 2023 dengan total 109 kasus.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karateristik demografis dan hubungan antara klasifikasi terapi dengan efektivitas terapi pada pasien rawat inap denggan gangguan kecemasan dan perilaku bunuh diri di Rumah Sakit Akademik UGM periode April 2024 – Januari 2025. Jenis penelitian yang dilakukan adalah non-eksperimental dengan rancangan cross-sectional. Data diambil secara retrospektif melalui rekam medis pasien usia 18 – 45 tahun yang menjalani rawat inap pada periode April 2024 – Januari 2025. Pertama, analisis demografis akan dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien (nama, usia, jenis kelamin, penyebab gangguan kecemasan, dan pengobatan yang diberikan. Kemudian, analisis berikutnya dilakukan menggunakan chi square untuk melihat pengaruh klasifikasi terapi terhadap efektivitas obat dalam mengurangi gejala gangguan kecemasan.
Dalam penelitian ini diperoleh presentase pasien paling banyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan 78,6% (11 pasien), berdasarkan usia adalah 18-25 tahun sebanyak 64,3% (9 pasien), berdasarkan diagnosis adalah mixed anxiety and depressive disorder sebanyak 20,0% (5 kasus), berdasarkan penyebab gangguan kecemasan adalah trauma masa kecil sebanyak 30,0% (9 kasus), dan berdasarkan durasi rawat inap paling lama adalah 9 hari. Dari 25 rekam medis yang didapat ditemukan bahwa pasien yang mendapat kombinasi 2 obat yang efektif sebanyak 12% (3 kasus), kombinasi 3 obat yang efektif sebanyak 20,0% (5 kasus) dan yang tidak efektif sebanyak 4% (1 kasus), serta kombinasi lebih dari 3 obat yang efektif sebanyak 56,0% (14 kasus) dan yang tidak efektif sebanyak 8,0% (2 kasus). Berdasarkan uji chi square yang telah dilakukan tidak ditemukan adanya hubungan antara klasifikasi terapi obat dengan efektivitas obat.
Excessive feelings of anxiety that interfere with daily activities are called anxiety disorders. Several studies have been conducted to show a link between anxiety disorders and a person's likelihood of suicide. In Indonesia itself, from early 2023 to May 24, 2023, the Indonesian National Police have recorded 451 cases of suicide, with the highest number of suicide cases occurring in March 2023 and April 2023 with a total of 109 cases.
This study was conducted to determine the demographic characteristics and the relationship between therapy classification and the effectiveness of therapy in hospitalized patients with anxiety disorders and suicidal behavior at the UGM Academic Hospital for the period April 2024 - January 2025. The type of research conducted was non-experimental with a cross-sectional design. Data were taken retrospectively through medical records of patients aged 18-45 years who were hospitalized in the period April 2024 - January 2025. First, a demographic analysis will be carried out to determine the characteristics of the patient (name, age, gender, cause of anxiety disorder, and treatment given). Then, the next analysis was carried out using chi square to see the effect of therapy classification on the effectiveness of drugs in reducing symptoms of anxiety disorders.
In this study, the largest percentage of patients based on gender woman with 78,6% (11 patients), based on age was 18-25 years with 64,3% (9 patients), based on diagnosis, mixed anxiety and depressive disorder with 20.0% (5 cases), based on the cause of anxiety disorders was childhood trauma with 30.0% (9 cases), and based on duration the longest duration for inpatients was 9 days. From the 25 medical records obtained, it was found that patients who received a combination of 2 effective drugs were 12% (3 cases), a combination of 3 effective drugs were 20.0% (5 cases) and ineffective were 4% (1 case), and a combination of more than 3 drugs which were effective as much as 56.0% (14 cases) and ineffective as much as 8.0% (2 cases). Based on the chi square test that has been conducted, there was no relationship between drug therapy classification and drug effectiveness.
Kata Kunci : efektivitas, perilaku bunuh diri, gangguan kecemasan