Laporkan Masalah

Pemetaan Partisipatif untuk Identifikasi Potensi dan Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kawasan Hutan Kemasyarakatan Desa Pematang Kuala Kabupaten Serdang Bedagai

Rasyied Ichwan Budi Prasetyo, Wiyono, S.Hut., M.Si.

2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Ekosistem mangrove menawarkan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial yang signifikan, sehingga sangat penting untuk pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Namun, banyak wilayah mangrove di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk ekowisata karena keterbatasan keterlibatan masyarakat dan kurangnya perencanaan berbasis spasial. Studi ini bertujuan untuk menerapkan metode pemetaan partisipatif dalam identifikasi potensi dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat di Kawasan Hutan Kemasyarakatan Desa Pematang Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, focus group discussion (FGD), pemetaan partisipatif, dan wawancara. Hasil pemetaan mengidentifikasi tiga blok kawasan: wisata dan edukasi, budidaya, serta konservasi. Atraksi wisata meliputi perahu wisata, tracking edukatif, birdwatching, dan penanaman mangrove. Analisis SWOT menunjukkan potensi besar dari biodiversitas dan dukungan komunitas, namun juga tantangan dalam kapasitas SDM dan promosi. Strategi pengembangan mencakup pengelolaan terstruktur, paket wisata edukatif, pelatihan, dan kemitraan eksternal. Penelitian ini menegaskan pentingnya metode partisipatif dalam mendorong pengembangan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Mangrove ecosystems provide significant ecological, economic, and social benefits, making them essential for sustainable coastal development. However, many mangrove areas in Indonesia remain underutilized for ecotourism due to limited community involvement and a lack of spatial-based planning. This study aims to apply participatory mapping methods to identify the potential and formulate development strategies for community-based mangrove ecotourism in the Community Forest Area of Pematang Kuala Village, Serdang Bedagai Regency. Data were collected through document review, observation, focus group discussion (FGD), participatory mapping, and interviews. The mapping results identified three distinct zones: tourism and education, cultivation, and conservation. Tourism attractions include boat tours, educational trekking, birdwatching, and mangrove planting activities. SWOT analysis reveals significant potential in biodiversity and community support, alongside challenges related to human resource capacity and promotion. The proposed development strategies involve structured management, educational tourism packages, training programs, and external partnerships. This study highlights the importance of participatory methods in fostering inclusive and sustainable ecotourism development.

Kata Kunci : Pemetaan Partisipatif, Ekowisata Mangrove, Hutan Kemasyarakatan, Avenza Maps

  1. D4-2025-474823-abstract.pdf  
  2. D4-2025-474823-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-474823-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-474823-title.pdf