Istilah-Istilah dalam Upacara Sara Merapu Suku Tolaki di Kabupaten Konawe: Kajian Linguistik Antropologi
Ilham, Dr. Sulistyowati, M.Hum
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian linguistik antropologi dengan ilmu bantu sintaksis dan semantik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) mengidentifikasi bentuk bahasa istilah-istilah dalam upacara Sara Merapu tidak normal suku Tolaki di Kabupaten Konawe; (2) mengidentifikasi dan menganalisis makna istilah-istilah dalam upacara Sara Merapu tidak normal suku Tolaki di Kabupaten Konawe. Pemerolehan data dalam penelitian ini bersumber dari dokumentasi pemerintah daerah Kabupaten Konawe tentang “Pelaksanaan Hukum Adat Perkawinan Sara Merapu Suku Tolaki di Kabupaten Konawe.” Penelitian ini juga melakukan wawancara terhadap dua tokoh adat Tolaki. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bentuk bahasa istilah-istilah Sara Merapu tidak normal yang ditemukan berjumlah 73 istilah. Istilah-istilah tersebut ada yang berjumlah satu kata, dua kata, tiga kata, empat kata, dan lima kata. (2) makna kultural istilah upacara Sara Merapu tidak normal berupa makna delapan jenis perkawinan tidak normal, makna tokoh adat, dan makna isi adat perkawinan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa delapan jenis perkawinan tidak normal tidak hanya mencerminkan kompleksitas adat istiadat budaya Tolaki, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat, pemerintah, dan lembaga adat menyelesaikan berbagai konflik sosial, khususnya pada upacara adat perkawinan suku Tolaki.
This study used an anthropological linguistic approach with the auxiliary sciences of syntax and semantics. The objectives of this study are (1) to identifying the linguistic forms of terms used in the abnormal Sara Merapu ceremony of the Tolaki tribe in Konawe Regency; (2) to identifying and analyzing the meanings of terms used in the non-normal Sara Merapu ceremony of the Tolaki tribe in Konawe Regency. The data in this study were obtained from local government documentation in Konawe Regency on “Pelaksanaan Adat Perkawinan Sara Merapu Suku Tolaki di Kabupaten Konawe.” This study also conducted interviews with two Tolaki traditional leaders. The results of this study indicate that (1) the linguistic form of the terms used in the non-normal Sara Merapu ceremony consists of 73 terms. Some of these terms consist of one word, two words, three words, four words, and five words. (2) The cultural meaning of the terms used in the non-normal Sara Merapu ceremony consists of the meaning of eight types of non-normal marriages, the meaning of traditional leaders, and the meaning of the content of traditional marriage. This study indicated that the eight types of normal marriages not only reflect the complexity of Tolaki cultural traditions but also demonstrate how society, the government, and traditional institutions resolve various social conflicts, particularly in the traditional marriage ceremony of the Tolaki tribe
Kata Kunci : Istilah, Sara Merapu, Suku Tolaki, Kabupaten Konawe