Musik dan Kenangan Bersamanya: Musik Sedih dan Ruminasi Setelah Putus Cinta pada Perempuan Dewasa Awal
Nisrina Ebhi Sevira, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Individu dengan ruminasi tinggi cenderung
memilih musik sedih untuk didengarkan. Namun, musik sedih sendiri dapat memicu
munculnya ruminasi. Penelitian ini ingin mengeksplorasi pengalaman mendengarkan
musik sedih pada perempuan dewasa awal berusia 18-25 tahun dengan ruminasi
tinggi setelah putus cinta. Ruminative Response Scale (RRS) digunakan untuk
melakukan skrining tingkat ruminasi partisipan. Pengambilan data dengan metode
wawancara mendalam dilakukan pada empat partisipan dengan skor RRS tinggi. Interpretative
Phenomenological Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis data wawancara.
Hasil menemukan beberapa tema yang menunjukkan bahwa musik sedih dapat
berfungsi sebagai koping yang berfokus pada situasi emosi setelah putus cinta. Di sisi lain, musik sedih dapat memicu dan
mempertahankan ruminasi sehingga ruminasi menjadi berkepanjangan. Temuan ini
dapat membantu memahami bagaimana pola perilaku mendengarkan musik sedih
setelah putus cinta pada individu dengan ruminasi tinggi.
Individuals with high level of rumination tend
to choose sad music for listening.
However, sad music itself can trigger rumination. This study explores the experience of listening
to sad music among young adult women aged 18-25 with high rumination following
a romantic break up. The Ruminative Response Scale (RRS) was used to screen
participants’ rumination levels. Data
were collected through in-depth interviews with four participants who scored
high on the RRS and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis
(IPA). The findings indicated that sad music can function as emotion focused
coping in the aftermath of a break up. Conversely, sad music may also trigger
and sustain rumination, leading to its prolongation. These results contribute
to understanding the behavioral patterns of listening to sad music post-break
up among individuals with high rumination tendencies.
Kata Kunci : Ruminasi, Putus Cinta, Musik Sedih, Perempuan Dewasa Awal