Laporkan Masalah

Konservasi Penyu Berbasis Kerja Sama di Pantai Trisik Kabupaten Kulon Progo

Kurnia Dwi Astuti, Ir. Hery Saksono, M.A

2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui konservasi penyu dan habitatnya selama 20 tahun terakhir, dan 2) Mengidentifikasi pihak yang terlibat serta peran mereka dalam konservasi penyu di Pantai Trisik. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada bulan Desember 2024 - Maret 2025. Data primer diperoleh dari responden yang dipilih menggunakan metode bola salju (snowball sampling). Jumlah responden 18 orang, terdiri atas empat orang pengurus Kelompok Konservasi Penyu Abadi, empat orang pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis), tiga orang pengurus karang taruna, tiga orang tim SAR, Dinas Kelautan dan Perikanan Yogyakarta, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, dan Pemerintah Kalurahan Banaran. Data sekunder dikumpulkan dari data kalurahan, data kelompok, dan data dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi penyu di Pantai Trisik menunjukkan perubahan dalam 20 tahun terakhir. Pada tahun 2004 konservasi dilakukan oleh Kelompok Konservasi Penyu Abadi yang masih terbatas pada pengamanan sarang dan pelepasan tukik, sedangkan pada tahun 2024, kegiatan konservasi telah berkembang meliputi penanganan sarang penyu, perawatan tukik, manajemen konservasi, edukasi, penelitian, magang mahasiswa, eduwisata, dan kolaborasi melalui media sosial. Jumlah tukik yang dilepasliarkan pada tahun 2004 meningkat dari 89 tukik menjadi 3.257 tukik pada tahun 2024. Tantangan yang dihadapi adalah abrasi dan sampah yang menyebabkan kerusakan habitat. Konservasi dilakukan oleh Kelompok Konservasi Penyu Abadi dengan pendekatan kerja sama. Kelompok konservasi berperan langsung dalam pelestarian penyu, sedangkan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo bertindak sebagai fasilitator dan pendampingan. Pokdarwis, karang taruna, dan tim SAR turut mendukung kegiatan konservasi di lapangan serta mendidik masyarakat. 

This study aims to: (1) Understand sea turtle conservation and its habitat over the past 20 years, and (2) Identify the stakeholders involved and their roles in sea turtle conservation at Trisik Beach. Field data collection was conducted from December 2024 to March 2025. Primary data were obtained from respondents selected using the snowball sampling method. A total of 18 respondents were interviewed, consisting of three members of the Abadi Sea Turtle Conservation Group, three members of the tourism awareness group (Pokdarwis), three members of the youth organization (Karang Taruna), three members of the SAR team, representatives from the Yogyakarta Marine and Fisheries Office, the Kulon Progo Marine and Fisheries Office, the Yogyakarta Natural Resources Conservation Agency (BKSDA), and the Government of Banaran Village. Secondary data were collected from village records, conservation group documentation, and data from relevant government agencies. The results show that sea turtle conservation at Trisik Beach has undergone significant changes over the past 20 years. In 2004, conservation efforts were carried out by the Abadi Sea Turtle Conservation Group and were still limited to nest protection and hatchling release. By 2024, conservation activities had expanded to include nest management, care for sick hatchlings, conservation management, education, research, student internships, ecotourism, and collaboration through social media. The number of hatchlings released increased from 89 in 2004 to 3,257 in 2024. The main challenges faced include abrasion and waste pollution that cause habitat degradation. Conservation is carried out by the Abadi Sea Turtle Conservation Group through a collaborative approach. The group plays a direct role in turtle conservation, while the provincial and district governments (Yogyakarta Special Region and Kulon Progo Regency) act as facilitators and assistances. Pokdarwis, Karang Taruna, and the SAR team also support field conservation activities and provide education to the public.

Kata Kunci : habitat, kerja sama, konservasi penyu, Pantai Trisik

  1. S1-2025-482878-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482878-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482878-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482878-title.pdf