Laporkan Masalah

Kajian Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Bungkil Biji Malapari (Pongamia pinnata) sebagai Pakan Inkonvensional Secara In Vitro

Fauzan Aldi Satriyo, Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Bungkil biji malapari (Pongamia pinnata) merupakan produk samping dari ekstraksi minyak yang berpotensi sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kecernaan dan karakteristik fermentasi rumen dari bungkil biji malapari secara in vitro sebagai pakan inkonvensional. Sebagai pembanding, digunakan bahan pakan konvensional lain dengan komposisi kimia serupa, yaitu bungkil inti sawit dan tepung daun gamal. Uji kecernaan dilakukan menggunakan metode Tilley and Terry tahap pertama dengan tiga replikasi. Kadar amonia (NH?) dianalisis menggunakan spektrofotometri, sedangkan volatile fatty acid (VFA) dianalisis dengan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Cairan rumen diperoleh dari sapi Bali betina berumur 10 tahun dan berbobot 300 kg sebelum pemberian pakan pagi. Parameter yang diamati meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), pH, kadar NH?, dan kadar VFA. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Tukey jika ditemukan perbedaan yang signifikan. Hasil menunjukkan bahwa nilai KcBK, KcBO, pH, kadar NH?, VFA total, dan proporsi asetat serta propionat berbeda signifikan (P<0>0,05). Bungkil biji malapari memiliki nilai KcBK, KcBO, dan proporsi propionat tertinggi (74,32%, 75,95%, dan 29,48 mMol, berurutan), namun memiliki nilai pH dan kadar NH? terendah (6,84 dan 9,98 mg/100 mL, berurutan). Nilai VFA total dan proporsi asetat serta butirat masing-masing sebesar 113,08 mMol, 71,59 mMol, dan 12,01 mMol. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahan pakan bungkil biji malapari memiliki kecernaan tinggi dan karakteristik fermentasi rumen yang mendukung, sehingga berpotensi sebagai bahan pakan inkonvensional bagi ternak ruminansia.

Pongamia kernel cake (Pongamia pinnata) was a by-product of oil extraction with potential as animal feed. This study aimed to evaluate the digestibility and rumen fermentation characteristics of pongamia kernel cake in vitro as an unconventional feed ingredient. For comparison, conventional feed ingredients with similar chemical compositions, namely palm kernel cake and Gliricidia leaf meal, were used. Digestibility tests were carried out using the first stage of the Tilley and Terry method with three replications. Ammonia (NH?) levels were analyzed using spectrophotometry, while volatile fatty acid (VFA) were analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Rumen fluid was obtained from a 10 year old, 300 kg female Bali cow before morning feeding. Observed parameters included dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), pH, NH? levels, and VFA levels. Data were analyzed using one-way ANOVA, followed by Tukey’s test when significant differences were found. The results showed that DMD, OMD, pH, NH? concentration, total VFA, and the proportions of acetate and propionate differed significantly (P<0>0,05). Pongamia kernel cake had the highest DMD, OMD, and propionate values (74,32%, 75,95%, and 29,48 mMol, respectively), however had the lowest pH and NH? concentrations (6,84 and 9,98 mg/100 mL, respectively). Total VFA, acetate, and butyrate were 113,08 mMol, 71,59 mMol, and 12,01 mMol, respectively. Based on the results, it was concluded that pongamia kernel cake had high digestibility and favorable rumen fermentation characteristics, indicating it’s potential as an unconventional feed ingredient for ruminant livestock.

Kata Kunci : Amonia, bungkil biji malapari, karakteristik fermentasi rumen, kecernaan in vitro, pakan inkonvensional, volatile fatty acid

  1. S1-2025-482332-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482332-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482332-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482332-title.pdf