PELESTARIAN BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KAWASAN PETIRTAAN BELAHAN KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR
Shofwatul Qolbiyah, Dr. Niken Wirasanti, M.Si
2025 | Tesis | S2 Arkeologi
Kawasan
Petirtaan Belahan digunakan untuk menyebut kawasan dengan potensi tinggalan
arkeologi berupa petirtaan kuno, gapura kuno, kronogram, dan batu lingga dari
masa Hindu-Buddha pada pemerintahan Pu Sindok sekitar abad ke-10. Kawasan
Petirtaan Belahan berada di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten
Pasuruan, Jawa Timur. Karakteristik cagar budaya yang bersifat terbatas, unik,
tidak dapat diperbaharui, dan rentan rusak menjadi dasar untuk melakukan pelestarian
dalam bentuk pelindungan cagar budaya dari ancaman bencana. Penelitian ini bertujuan
untuk merumuskan langkah mitigasi bencana di Kawasan Petirtaan Belahan.
Rumusan masalah yang digunakan yaitu apa
penyebab bencana di Kawasan Petirtaan Belahan dan bagaimana upaya mitigasi yang
dapat dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik
pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang
digunakan berupa tulisan ilmiah tentang Kawasan Petirtaan Belahan yang didapat
melalui buku, jurnal, prosiding, skripsi, dan artikel; peta kondisi lingkungan
di Kawasan Petirtaan Belahan; dan hasil wawancara.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor pendukung terjadinya bencana yaitu intensitas curah hujan dan kondisi tutupan lahan yang menyebabkan bahaya bencana longsor pada musim penghujan dan kebakaran pada musim kemarau. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan yaitu perubahan batas zonasi cagar budaya, perkuatan sistem lereng, konservasi tanah secara vegetatif, pembuatan sekat bakar pada zona inti, penyediaan alat kesiapsiagaan bencana, dan pelibatan masyarakat dalam mitigasi bencana.
The
Petirtaan Belahan area is used to refer to an area with archaeological
potential in the form of ancient petirtaan (bathing pools), ancient gateways,
chronograms, and lingga stones from the Hindu-Buddhist period during the reign
of Pu Sindok around the 10th century. The Petirtaan Belahan area is located in
Wonosunyo Village, Gempol District, Pasuruan Regency, East Java. The
characteristics of cultural heritage sites, which are limited, unique,
non-renewable, and vulnerable to damage, form the basis for conservation efforts
in the form of protecting cultural heritage sites from the threat of disasters.
This study aims to formulate disaster mitigation measures in the Petirtaan
Belahan Area.
The
research questions used are: what are the causes of disasters in the Petirtaan
Belahan Area and what mitigation efforts can be undertaken. This study is qualitative research. Data collection
techniques include observation, interviews, and literature review. The data
used include scientific writings about the Petirtaan Belahan Area obtained from
books, journals, proceedings, theses, and articles; maps of environmental
conditions in the Petirtaan Belahan Area; and interview results.
The research findings reveal that the contributing factors to disasters are rainfall intensity and land cover conditions, which lead to landslide hazards during the rainy season and fires during the dry season. Mitigation efforts that can be implemented include revising the boundaries of cultural heritage zones, strengthening slope systems, implementing vegetative soil conservation, constructing firebreaks in core zones, providing disaster preparedness equipment, and involving the community in disaster mitigation efforts.
Kata Kunci : Pelestarian, Mitigasi Bencana, Kawasan Petirtaan Belahan, Kabupaten Pasuruan.