Laporkan Masalah

Industri Kerajinan Patung Primitif Studi Kasus : Dusun Puncung Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul

Irawan, Dra. Sunarpi Rilanto, M.S.; Dra. Kistini, M.S.

2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Semakin sempitnya lahan pertanian di Dusun Pucung menyebabkan pendapatan penduduk dari sektor pertanian menjadi semakin kecil. Oleh karena itu penduduk di Dusun Pucung berusaha mencari pekerjaan di luar sektor pertanian. Salah satu usaha yang dilakukan adalah kegiatan industri kerajinan patung primitif. Letak Dusun Pucung yaitu di Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi, (2) pemasaran yang meliputi sistem pemasaran, daerah pemasaran dan nilai produksi yang dipasarkan, (3.a) besar sumbangan pendapatan dari industri kerajinan patung primitif terhadap total pendapatan rumah tangga pengusaha, (3.b) perbandingan pendapatan pengusaha industri kerajinan patung primitif dengan UMP (Upah Minimum Pekerja) DIY tahun 2001. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus. Jumlah penduduk Pucung yang mengusahakan industri kerajinan patung primitif yaitu 40 pengusaha. Macam data yang digunakan yaitu data primer melalui wawancara langsung kepada pengusaha menggunakan koesioner yang telah disiapkan, data sekunder diperoleh dari intansi terkait. Analisa data menggunakan tabel frekuensi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi adalah faktor bahan baku. Sistem pemasaran yang digunakan sebagian besar (85%) pengusaha lewat pedagang perantara dan sebesar 15% pengusaha selain lewat pedagang perantara juga memasarkan secara langsung ke konsumen. Perbandingan daerah pemasaran kerajinan patung primitif dibagi dalam 4 daerah pemasaran (lokal, regional, nasional dan internasional). Pengusaha paling dominan memasarkan produksi kerajinan patung primitif ke daerah nasional. Dilihat dari nilai produksi yang dipasarkan sebagian besar (61,17%) ke daerah internasional dari total nilai produksi yang dihasilkan dalam 1 tahun. Sumbangan pendapatan pengusaha industri keraj?nan patung primitif terhadap pendapatan total rumah tangga dalam 1 tahun lebih besar (59,08%) dibandingan dengan sumbangan pendapatan dari non industri kerajinan patung yang meliputi petani sebesar 5,2%, PNS/ABRI sebesar 21,71 % dan pedagang sebesar 14,01%. Pendapatan industri kerajinan patung primitif lebih besar apabila dibandingkan dengan UMP DIY. Untuk pengusaha dengan modal kecil (< 50 juta) rata-rata pendapatan sebesar Rp. 516.097,-/bulan masih jauh diatas UMP DIY tahun 2001 sebesar Rp. 237.500,-/bulan.

In generally, the more narrow of farmland in Pucung caused villagers income from agriculture sectors became smaller. Therefore villagers in Pucung tried to looking for another jobs out of agriculture sectors. One of that effort had done was primitive sculpture craft industry. Location of Pucung was in Pendowoharjo, Sewon, Bantul.. The aim of these research (1) To known production factors which the most influence depend on production values, (2) Marketing that included marketing system, marketing areas and amount of production values which are marketed, (3.a.) Great number of incomes contribution from primitive sculpture craft industry about total of household, (3.b.) The equivalent it come from the entrepreneurs of the primitive sculpture craft industry between UMP (Minimum Labor Wages) 2001 DIY (Special Region of Yogyakarta). The method of research that is used was census method. The amount of Pucung villagers who carried on primitive sculpture craft industry was 40 entrepreneurs. Several of data that are used included primary data through out direct interview with respondent used questionnaires that had prepared. Sccondary data is gotten from interrelated institution. Data analysis used frequencies table and double regression. The result of research shown that production factors that most influence concerned production value was raw material. Marketing system that was used a large of (85%) entrepreneurs through the agent that marketed it directly to consumers. The comparison primitive sculpture craft industry areas are divided in 4 marketing areas (local, regional, national and international), entrepreneur is the most dominate marketed primitive sculpture craft production to national area. Observed from total production values that is marketed a large of (61,17%) to international from total production values that is reached in a year. The contribution income from the entrepreneurs of the primitive sculpture craft industry toward the total of household income is 59,08%, it is bigger than non- primitive sculpture craft industry income of sculpture. Which concluded a large of 5,2% from farmers, 21,71% from government employees/armies and 14,01% from traders. The income of primitive sculpture craft industry bigger than UMP DIY. For Entrepreneurs which minimum capital (under 50 million rupiah) the average of earning a large of Rp. 516.097,-/ month that biggest from the average of UMP DIY in 2001 a large of Rp237.500,-/ month.

Kata Kunci : Industri Kerajinan patung,Patung primitif,Sewon,Bantul,DIY

  1. S1-2003-94369-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-94369-Blibliography.pdf  
  3. S1-2003-94369-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-94369-Title.pdf