Laporkan Masalah

Gambaran Terapi dan Evaluasi Luaran Klinis pada Pasien Nyeri Neuropati Diabetik di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Nona Adelia Talitha Supriyanta, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati

2025 | Skripsi | FARMASI

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang menyebabkan kerusakan saraf, nyeri yang menetap, serta gangguan aktivitas harian. Data The Foundation for Peripheral Neuropathy menyebutkan bahwa 60 sampai 70% penderita diabetes melitus di seluruh dunia mengalami neuropati diabetik. Tingginya prevalensi dan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui pengobatan serta keberhasilan terapi nyeri pada pasien neuropati diabetik.

Penelitian dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan metode observasional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan metode accidental sampling dengan total sampel sebanyak 51 pasien dengan cara wawancara langsung dan pengambilan data rekam medis pasien, lalu dianalisis secara deskriptif dan analitik dengan uji Chi-square. Luaran klinis diukur menggunakan skor NRS-11 dan dibandingkan antara satu bulan sebelum pengukuran dan saat penelitian. Target luaran klinis dianggap tercapai jika terjadi penurunan skor nyeri sebesar 15-20% untuk nyeri ringan, ? 30% untuk nyeri sedang, dan ? 50% untuk nyeri berat.

Hasil menunjukkan 76,5% pasien menerima terapi kombinasi, dengan gabapentin + vitamin B12 sebagai kombinasi paling umum (30,8%). Pada terapi tunggal, vitamin B12 paling sering digunakan (66,7%). Target luaran klinis tercapai pada sebagian besar pasien dengan nyeri awal ringan, yaitu sebanyak 90,9%, sedangkan pasien dengan nyeri awal berat memiliki pencapaian terendah terhadap target luaran klinis, yaitu sebesar 26,7%. Pasien dengan IMT normal memiliki proporsi ketercapaian terapi yang lebih tinggi (72,7%) dibandingkan pasien dengan obesitas (44,8%), dan perbedaan ini signifikan secara statistik (p = 0,046).

Diabetic neuropathy is one of the chronic complications of diabetes mellitus that causes nerve damage, persistent pain, and disruption of daily activities. Data from The Foundation for Peripheral Neuropathy states that 60 to 70% of people with diabetes mellitus worldwide experience diabetic neuropathy. The high prevalence and significant impact on patients' quality of life form the basis of this study, which aims to identify the treatment and success of pain therapy in patients with diabetic neuropathy.

This study was conducted using a cross-sectional design with an observational method and retrospective data collection. Data were collected using accidental sampling with a total sample of 51 patients through direct interviews and retrieval of patients’ medical records, then analyzed descriptively and analytically with the Chi-square test. Clinical outcomes were measured using the NRS-11 score and compared between one month prior to measurement and the time of the study. Clinical outcomes were considered achieved if there was a decrease in pain score of 15–20% for mild pain, ? 30% for moderate pain, and ? 50% for severe pain.

The results showed that 76.5% of patients received combination therapy, with gabapentin + vitamin B12 being the most common combination (30.8%). In monotherapy, vitamin B12 was the most frequently used (66.7%). Clinical outcome targets were achieved in most patients with initial mild pain, namely 90.9%, while patients with initial severe pain had the lowest achievement of clinical outcome targets, at 26.7%. Patients with normal BMI had a higher portion of therapeutic goal achievement (72.7%) compared to obese patients (44.8%), and this difference is statistically significant (p = 0.046)

Kata Kunci : Diabetes melitus, neuropati diabetik, luaran klinis

  1. S1-2025-478654-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478654-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478654-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478654-title.pdf