Sustainability Assessment of Jakarta Metropolitan Area Using System Dynamics Scenario Analysis
AUDLEY THANIA TESHALONICA SIAGIAN, Doddy Aditya Iskandar, ST, MCP, Ph.D.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Pembangunan berkelanjutan di Kawasan Metropolitan Jakarta (JMA) menghadapi tantangan kompleks akibat urbanisasi pesat, yang penanganannya seringkali dipersulit oleh pendekatan analisis kebijakan yang terfragmentasi. Untuk itu, penelitian ini melakukan sebuah penilaian keberlanjutan (sustainability assessment) dengan mengembangkan model Dinamika Sistem (SD) yang mengintegrasikan sistem Ekonomi–Masyarakat–Lingkungan (ESE). Model ini digunakan untuk mengevaluasi bagaimana berbagai jalur kebijakan dapat memengaruhi trajektori pembangunan JMA hingga tahun 2045. Studi ini mensimulasikan tiga skenario utama: Business As Usual (BAU), Lingkungan Moderat (Skenario 1) yang menekankan keseimbangan, dan Dorongan Ekonomi (Skenario 2) yang berfokus pada percepatan industri. Analisis menunjukkan bahwa skenario BAU, yang merepresentasikan trajektori saat ini, mengarah pada hasil yang tidak berkelanjutan sehingga memerlukan intervensi kebijakan yang signifikan. Hasil simulasi lebih lanjut mengungkapkan adanya trade-off yang jelas: skenario "Dorongan Ekonomi" menghasilkan pertumbuhan Gross Metropolitan Product tertinggi, namun dengan biaya degradasi lingkungan yang parah serta menghasilkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi dan capaian pendidikan yang lebih rendah dibandingkan skenario lainnya. Sebaliknya, skenario "Lingkungan Moderat" terbukti mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat—hampir setara dengan skenario BAU—sambil secara signifikan meningkatkan kualitas lingkungan dan mencapai hasil aspek sosial yang baik termasuk tingkat pengangguran yang lebih rendah. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kebijakan yang terintegrasi dan seimbang sangat penting untuk mengarahkan JMA menuju pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kerangka kerja berbasis bukti bagi para pembuat kebijakan untuk mengelola trade-off yang kompleks antara pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sosial, dan kelestarian lingkungan di kawasan metropolitan yang berkembang pesat ini.
Rapid urbanization, particularly in metropolitan areas like the Jakarta Metropolitan Area (JMA), poses complex and interconnected challenges to achieving sustainable development, often compounded by fragmented analytical approaches to economic, social, and environmental dimensions. This study addresses this limitation by developing a comprehensive System Dynamics (SD) model to assess the sustainability of JMA and analyze how distinct policy pathways influence the long-term development and sustainability of JMA's interconnected Economy–Society–Environment (ESE) system through 2045. It simulates three key scenarios: Business As Usual (BAU); Moderate Environment (Scenario 1)—emphasizing balanced growth and environmental stewardship; and Economic Push (Scenario 2)—focusing on aggressive fixed assets investment and industrial acceleration. The model integrates endogenous mechanisms and complex feedback loops, revealing dynamic trade-offs often overlooked. The findings indicate that the Business As Usual (BAU) model requires intervention to improve its sustainability. Exploratory policy scenario analysis reveals that Economic Push (Scenario 2) achieves the highest economic growth, significantly surpassing BAU in secondary and tertiary sectors, but at the cost of substantial environmental degradation and less inclusive social outcomes. Conversely, the Moderate Environment (Scenario 1) pathway demonstrates strong overall economic growth, broadly comparable to BAU, while achieving superior social development (e.g., higher education, lower unemployment) and significantly better environmental quality (e.g., reduced GHG, efficient urban growth). It also uniquely emphasizes the primary sector, yielding substantially higher output than BAU. The tertiary sector consistently dominates all scenarios. This research highlights inherent trade-offs, underscoring that a balanced, integrated policy approach is crucial for fostering metropolitan sustainability. The study provides actionable insights and a framework for planners and policymakers to optimally balance economic growth, social progress, and environmental protection in rapidly urbanizing regions.
Kata Kunci : System Dynamics, Metropolitan, Sustainability, Economy-Society-Environment (ESE), Jakarta Metropolitan Area, Policy Scenarios