Pandemi COVID-19 telah membawa dampak signifikan pada kesehatan
mental dan kesehatan gigi dan mulut. Remaja dan dewasa muda rentan mengalami
depresi dan kecemasan akibat pandemi, terutama mahasiswa. Pembatasan sosial
dan protokol kesehatan menyebabkan terhambatnya perilaku menjaga gigi dan
mulut dengan baik, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, penyakit gusi,
dan masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya. Kerusakan gigi dapat menyebabkan
rasa sakit dan ketidaknyamanan, yang dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status kesehatan mental
terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Gadjah Mada pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini
adalah kuantitatif dengan menggunakan metode observasi cross sectional. Terdapat
60 mahasiswa yang mengikuti sebagai responden. Sampel tersebut diukur
menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan jumlah
10 item soal status kesehatan mental dan 20 soal perilaku kesehatan gigi dan mulut.
Hasil tersebut diuji menggunakan uji korelasi spearman.
Berdasarkan hasil uji korelasi spearman pada hubungan kesehatan mental
dan perilaku kesehatan gigi dan mulut memiliki nilai -0,004 pada rentqan 0,00-0,20
sehingga dapat dinyatakan tidak adanya hubungan korelasi antara kedua variabel
tersebut atau memiliki hubungan yang sangat lemah.
COVID-19 pandemic has had a significant impact on mental health and oral
health behavior. Adolescents and adults are particularly vulnerable to depression
and anxiety due to the pandemic, especially university students. Social restrictions
and health protocols have hindered good oral health practices, which can increase
the risk of tooth decay, gum disease, and other oral health problems. Tooth decay
can cause pain and discomfort, which can trigger stress, anxiety, and depression.
This study aimed to determine the relationship between mental health status
and oral health behaviors among Dental Students at Universitas Gadjah Mada
during COVID-19 pandemic. This quantitative study employed a cross-sectional
observational design. A total of 60 students participated as respondents. The data
were collected using a validated and reliable questionnaire consisting of 10 items
on mental health status and 20 items on oral health behaviors. The data were
analyzed using Spearman's correlation test.
The results of Spearman's correlation test showed a correlation coefficient
of -0.004 between mental health and oral health behaviors, with a p-value of 0.00-
0.20. This indicates that there is no significant correlation between the two variables
or that the correlation is very weak
Kata Kunci : COVID-19, kesehatan mental, kesehatan gigi dan mulut, depresi, kecemasan, pandemi, uji validitas dan reliabilitas, uji korelasi pearson.