Laporkan Masalah

The Proportion of GLUT1 Expression on Nasopharyngeal Tumor Tissue according to The Tumor Size and Regional Lymph Nodes Metastasis

Dwiyanti Indah Luthfiyyah, Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D; Jajah Fachiroh, SP., M.Si., Ph.D; dr. Paranita Ferronika, Sp.PA(K), Ph.D

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan keganasan epitelial yang berasal dari mukosa nasofaring. Penyakit ini bersifat endemik pada populasi pribumi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mayoritas berjenis tidak berdiferensiasi (Tipe III WHO), yang memiliki hubungan erat dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Salah satu protein laten EBV, yaitu Latent Membrane Protein 1 (LMP1), berperan penting dalam meningkatkan glikolisis aerobik melalui modulasi berbagai jalur pensinyalan onkogenik. Proses ini mengakibatkan peningkatan ekspresi GLUT1 untuk memenuhi kebutuhan metabolisme glukosa pada jaringan kanker. Ekspresi GLUT1 telah ditemukan pada berbagai jenis keganasan, sehingga berpotensi digunakan sebagai penanda prognosis.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi ekspresi GLUT1 pada jaringan tumor KNF berdasarkan ukuran tumor dan keterlibatan metastasis kelenjar getah bening regional.

Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan 35 sampel jaringan Karsinoma Nasofaring yang difiksasi dengan formalin dan diparafin (Formalin-Fixed Paraffin-Embedded/FFPE), disertai data demografis dan klinikopatologis yang lengkap. Pemeriksaan ekspresi GLUT1 dilakukan dengan metode imunohistokimia (IHK) menggunakan antibodi anti-GLUT1. Data mengenai ukuran tumor dan keterlibatan kelenjar getah bening regional diperoleh dari unit rekam medis RSUP Dr. Sardjito. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengevaluasi proporsi ekspresi GLUT1 pada jaringan tumor KNF berdasarkan ukuran tumor dan keterlibatan metastasis kelenjar getah bening.

Hasil: Proporsi ekspresi GLUT1 tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik baik dengan karakteristik demografis (jenis kelamin: P=0,63; usia: P=0,24) maupun karakteristik tumor (ukuran tumor: P=0,86; metastasis kelenjar getah bening: P=0,58).

Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan proporsi ekspresi GLUT1 pada jaringan Karsinoma Nasofaring berdasarkan ukuran tumor dan keterlibatan metastasis kelenjar getah bening regional. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi parameter lain yang berkaitan dengan GLUT1 serta potensi penggunaannya dalam konteks klinis.

Kata Kunci: Karsinoma Nasofaring (KNF), Epstein-Barr Virus (EBV), LMP1, Ekspresi GLUT1, Pewarnaan Imunohistokimia (IHK)

Background: Nasopharyngeal Carcinoma (NPC) is an epithelial cancer originating from the nasopharyngeal mucosa. Endemic to indigenous populations in Southeast Asia, including Indonesia, NPC is predominantly undifferentiated type (WHO Type III) and closely associated with Epstein Barr virus (EBV) infection. LMP1, one of EBV latent proteins, plays a crucial role in enhancing aerobic glycolysis by modulating several oncogenic signaling pathways. As a result, GLUT1 expression increased to meet the needs of glucose metabolism in cancer tissue. GLUT1 expression is found in several types of malignancies, suggesting its potential as a prognostic marker.

Objectives: The aim of this study was to investigate the proportion of GLUT1 expression in NPC tumor tissue in different tumor sizes and the involvement of regional lymph node metastasis.

Materials and methods: This study used 35 Formalin-Fixed Paraffin-Embedded (FFPE) tissue from Nasopharyngeal Carcinoma (NPC) patients, accompanied by comprehensive demographic and clinicopathological data. The investigation of GLUT1 expression was performed by immunohistochemistry (IHC) staining using antibody anti-GLUT1. Data on tumor size and regional lymph nodes were obtained from Dr. Sardjito General Hospital's medical records unit. Data were analyzed using the chi-square test to examine the proportion of GLUT1 expression on NPC tumor tissue in different tumor sizes and lymph node metastasis involvement.

Results: The proportion of GLUT1 expression showed no statistically significant with either demographic characteristics (gender: P=0.63; age: P=0.24) or tumor characteristics (tumor size: P=0.86; lymph node metastasis: P=0.58).

Conclusions: There is no difference in the proportion of GLUT1 expression in nasopharyngeal carcinoma tissue relative to tumor size and regional lymph node metastasis staging. Further investigation would be necessary to evaluate other parameters related to GLUT1 and its clinical utility.

Keywords: Nasopharyngeal Carcinoma (NPC), EBV, LMP1, GLUT1 Expression, Immunohistochemistry (IHC) staining

Kata Kunci : Keywords: Nasopharyngeal Carcinoma (NPC), EBV, LMP1, GLUT1 Expression, Immunohistochemistry (IHC) staining

  1. S1-2025-477362-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477362-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477362-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477362-title.pdf