Relationship between Body Mass Index and Disease Severity in Severe and Critical COVID-19 Patients
Nadim Frederico Jameel, dr. Doni Priambodo W, Sp.PD-KPTI; dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc, Sp.PD-KPsi
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat yang mudah diakses untuk menilai komposisi tubuh seseorang. Sejumlah studi telah menunjukkan adanya korelasi antara kelebihan berat badan dan obesitas dengan prognosis COVID-19 yang buruk. Kondisi pasien berat didefinisikan sebagai pasien dengan pneumonia atau SpO2<93>
Tujuan: Menyelidiki hubungan antara BMI dan tingkat keparahan penyakit pada pasien COVID-19 yang berat dan kritis
Metode: Studi kohort retrospektif ini menganalisis data dari 262 pasien dewasa dengan COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di RSUP dr. Sardjito pada periode Maret – Desember 2021. Variabel yang digunakan meliputi IMT, jenis kelamin, usia, tingkat keparahan penyakit, PPOK, hipertensi, diabetes, HIV, dan penyakit hati. Data dianalisis menggunakan Pearson chi-square, analisis multivariabel, dan kurva ROC.
Hasil:
1. Indeks Massa Tubuh: Sebagian besar pasien COVID-19 kondisi berat adalah pasien dengan berat badan normal (43,9%) sementara sebagian besar pasien COVID-19 kritis adalah pasen dengan kelebihan berat badan (43,4%). Tidak ada kategori IMT dan nilai batas yang terbukti signifikan dalam hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit.
2. Usia: Mayoritas pasien yang disertakan dalam penelitian ini berusia di bawah < 60>
3. Jenis Kelamin: Analisis multivariabel setelah disesuaikan dengan IMT dan usia membuktikan bahwa pria memiliki risiko relatif 1,945 kali lipat untuk memiliki kondisi COVID-19 kritis dibandingkan dengan wanita (RR 1,945 95% CI 1,008–3,752, P = 0,047).
4. Analisis komorbiditas terhadap tingkat keparahan penyakit tidak signifikan. Hipertensi (48,9%) dan diabetes (38,2%) merupakan komorbiditas yang paling umum.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan tingkat keparahan penyakit pada pasien COVID-19 berat dan kritis. Pria memiliki risiko relatif lebih tinggi untuk memiliki COVID-19 berat dibandingkan dengan wanita setelah disesuaikan dengan IMT dan usia.
Background: Body Mass Index (BMI) is an accessible tool to assess a person's body composition. Numerous studies have shown the correlation between overweight and obesity and worse COVID-19 prognoses. Severe patients are defined as patients with pneumonia or SpO2<93>
Objective: To investigate the relationship between BMI and disease severity in severe and critical COVID-19 patients.
Methods: This retrospective cohort study analyzed data from 262 adult patients with severe and critical COVID-19 admitted to RSUP dr. Sardjito in March – December 2021 period. Variables included BMI, sex, age, disease severity, COPD, hypertension, diabetes, HIV and liver disease. Data was analyzed using Pearson chi-square analysis, multivariable analysis and ROC Curve.
Results:
1. Body Mass Index: Most patients with severe COVID-19 were normal weight (43.9%) while most patients with critical COVID-19 were overweight (43.4%). No BMI category and cutoff value was shown to be significant in relationship towards disease severity.
2. Age: Majority of patients included in this study are below < 60>
3. Sex: Multivariable analysis after adjusting for BMI and age revealed men had 1.945-fold relative risk of developing critical COVID-19 compared to women (RR 1.945 95% CI 1.008–3.752, P = 0.047).
4. Comorbidities analysis towards disease severity were not significant. Hypertension (48.9%) and diabetes (38.2%) the most common comorbidities.
Conclusion: There is no relationship between Body Mass Index and disease severity in severe and critical COVID-19 patients. Men had higher relative risk of developing severe COVID019 compared to women after adjusting for BMI and age.
Kata Kunci : COVID-19, Body Mass Index, Underweight, Overweight, Obesity, Severe, Critical