Perubahan Penggunaan Lahan Pesisir untuk Perikanan di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Periode 2017- 2023
Nur Arif Andhi Wijaya, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Perubahan penggunaan lahan di wilayah pesisir merupakan salah satu isu dalam pengelolaan pesisir berkelanjutan. Kecamatan Watulimo memiliki wilayah pesisir yang potensial dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas penggunaan lahan pesisir di Kecamatan Watulimo dari tahun 2017 hingga 2023 dengan menganalisis citra Sentinel-2. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan luas penggunaan lahan pesisir di Kecamatan Watulimo, yaitu terjadi penambahan luas penggunaan lahan tambak sebesar 14,58 ha, permukiman sebesar 63,13 ha, dan lahan kosong sebesar 71,64 ha dalam kurun waktu 6 tahun. Penurunan luas penggunaan lahan terjadi pada lahan pertanian sebesar -75,49 ha, hutan sebesar -38,21 ha, dan sungai sebesar -4,75 ha. Perubahan luas penggunaan lahan di wilayah pesisir Kecamatan Watulimo diduga akibat alih fungsi penggunaan lahan hutan dan pertanian menjadi penggunaan lahan permukiman, area wisata, dan tambak. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam menyusun tata ruang wilayah pesisir yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan serta menetapkan zonasi yang jelas untuk konservasi, budidaya, permukiman, dan pariwisata.
Changes in land use within coastal regions represent a significant challenge in the context of sustainable coastal management. Watulimo District possesses coastal regions that can be leveraged for the benefit of its community. This study aims to investigate the alterations in coastal land use within Watulimo District from 2017 to 2023 through the analysis of Sentinel-2 imagery. The findings indicate alterations in coastal land use within Watulimo District, notably an increase of 14.58 ha in shrimp pond area, 63.13 ha in settlements, and 71.64 ha in vacant land over the past six years. A reduction in land use was observed in agricultural areas by 75.49 ha, forests by 38.21 ha, and rivers by 4.75 ha. The changes in land use within the coastal region of Watulimo District are attributed to the transformation of forest and agricultural land into residential, tourism, and aquaculture pond. This study's results provide a reference for coastal area spatial planning, emphasizing environmental carrying capacity and establishing distinct zones for conservation, cultivation, settlement, and tourism.
Kata Kunci : Kecamatan Watulimo, penggunaan lahan, pesisir, Sentinel-2, Teluk Prigi