Evaluasi Penggunaan Obat Antidiabetes di Instalasi Rawat Inap RSA UGM dengan Metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose Method
Wanda Fadia Chairana, Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc.; Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit degeneratif yang membutuhkan terapi jangka panjang. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup dan menggunakan obat-obatan. Peningkatan kasus Diabetes Mellitus di masyarakat berakibat pada peningkatan penggunaan obat antidiabetes. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi penggunaan obat dengan tujuan mengetahui jenis dan kuantitas penggunaan obat – obatan antidiabetes yang digunakan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif yaitu menggunakan data primer dari rekam medis pasien Diabetes Mellitus rawat jalan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta periode Januari – Juli 2023. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi penggunaan obat antidiabetes dilakukan berdasarkan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose serta mengetahui obat-obat antidiabetes yang masuk dalam segmen Drug Utilization 90%. Analisis data dilakukan dengan menghitung kuantitas penggunaan antidiabetes pada pasien Diabetes Mellitus dengan metode DDD yang diproses dengan kombinasi program Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas penggunaan tiga obat tertinggi adalah Metformin 20,02 DDD/100 Patient Days, Novorapid 16,25 DDD/100 Patient Days, dan Apidra 12,07 DDD/100 Patient Days. Kesesuaian penggunaan obat-obatan antidiabetes dengan formularium rumah sakit adalah sebesar 92,3%. Obat antidiabetes yang masuk ke dalam segmen DU90?alah Metformin, Novorapid, Apidra, Lantus, Pioglitazon, Vildagliptin, dan Glikazid.
Diabetes Mellitus is a degenerative disease that requires long-term therapy. Management of Diabetes Mellitus can be done by modifying lifestyle and using drugs. The increase in cases of Diabetes Mellitus in the community has resulted in an increase in the use of antidiabetic drugs. In this study, an evaluation of drug use was conducted with the aim of determining the type and quantity of use of antidiabetic drugs used.
This study was conducted using a quantitative descriptive design, namely using primary data from medical records of outpatients with diabetes mellitus at the Outpatient Installation of the UGM Academic Hospital in Yogyakarta for the period January - July of 2023. Sampling was carried out using the consecutive sampling method that met the inclusion and exclusion criteria. Evaluation of the use of antidiabetic drugs was carried out based on the Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose method, and to determine the antidiabetic drugs that are included in the Drug Utilization 90% segment. Data analysis was carried out by calculating the quantity of antidiabetics used in Diabetes Mellitus patients using the DDD method, which was processed with a combination of the Microsoft Excel program.
The results showed that the highest quantity of use of the three drugs was Metformin 20.02 DDD/100 Patient Days, Novorapid 16.25 DDD/100 Patient Days, and Apidra 12.07 DDD/100 Patient Days. The conformity of the use of antidiabetic drugs with the hospital formulary was 92.3%. Antidiabetic drugs included in the DU90% segment were Metformin, Novorapid, Apidra, Lantus, Pioglitazone, Vildagliptin, and Glikazid.
Kata Kunci : obat antidiabetes, ATC/DDD, DU90%, RSA UGM.