PENURUNAN KERUSAKAN USUS DAN HATI BROILER AKIBAT AFLATOKSIN B1 MENGGUNAKAN TOXIN BINDER YANG MENGANDUNG BENTONITE DAN CURCUMIN
Agus Dwi Nugroho, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Pakan menjadi biaya produksi industri ayam broiler terbesar sekitar 60-70%. Penyimpanan yang buruk mengakibatkan pakan mudah tercemar jamur penghasil mikotoksin seperti aflatoksin B1 (AFB1). Cemaran aflatoksin B1 pada pakan ayam broiler akan berpengaruh terhadap kerusakan hati dan saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian toxin binder pada pakan yang terkontaminasi aflatoksin B1 (AFB1) terhadap kerusakan usus dan hati. Sebanyak 120 ekor Day Old Chick (DOC) dengan strain Indian River dipelihara selama 21 hari dan ditempatkan pada 24 kandang. Terdapat 4 perlakuan yang terdiri dari CTRL (kontrol), MYCO (CTRL + 300 ppb AFB1), TXBL1 (CTRL + 300 AFB1 + 2 g/kg TB), dan TXBL2 (CTRL + 300 ppb AFB1 + 4 g/kg TB). Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan dengan 5 ekor broiler per ulangan. Data yang diamati meliputi kerusakan hati, morfologi usus yang terdiri dari panjang dan berat, serta histomorfologi usus yang terdiri dari tinggi vili, lebar vili, kedalaman kripta dan luas area vili. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi pola searah (One-Way ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan multiple range test. Hasil penelitian menunjukan bahwa pakan terkontaminasi aflatoksin B1 meningkatkan panjang jejunum (P=0,001), berat jejunum (P=0,030), panjang usus (P=0,008), dan berat usus (P=0,014), lebar vili (P<0 P=0,003),>toxin binder 4 g/kg dalam pakan terkontaminasi aflatoksin B1 (TXBL2) menurunkan panjang jejunum (P=0,001), berat jejunum (P=0,030), panjang usus (P=0,008), dan berat usus (P=0,014), kedalaman kripta (P=0,003), dan meningkatkan rasio vili:kripta (P<0>toxin binder. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan toxin binder 4 g/kg dalam pakan terkontaminasi aflatoksin B1 (TXBL2) meningkatkan kinerja hati lebih baik dengan menurunkan folikel limfosit dan gastrointestinal lebih baik dengan meningkatkan rasio vili:kripta.
Feed is the largest production cost in the broiler industry at around 60-70%. Poor storage causes feed to be easily contaminated with mycotoxin-producing fungi such as aflatoxin B1 (AFB1). Aflatoxin B1 contamination in broiler feed will affect liver and digestive tract damage. This study aimed to determine the effect of toxin binder in feed contaminated with aflatoxin B1 (AFB1) on damage to intestinal villi and liver. A total of 120 Day Old Chick (DOC) with Indian River strain were reared for 21 days and placed in 24 cages. There were 4 treatments consisting of CTRL (control), MYCO (CTRL + 300 ppb AFB1), TXBL1 (CTRL + 300 AFB1 + 2 g/kg TB), and TXBL2 (CTRL + 300 ppb AFB1 + 4 g/kg TB). Each treatment consisted of 6 replicates with 5 broilers per replicate. Data observed included liver damage, intestinal morphology consisting of length and weight, and intestinal histomorphology consisting of villus height, villus width, crypta depth and villus area. The data obtained were analyzed using one-way analysis of variance (One-Way ANOVA) and followed by duncan multiple range test. The results showed that aflatoxin B1 contaminated feed increased jejunum length (P=0.001), jejunum weight (P=0.030), intestinal length (P=0.008), and intestinal weight (P=0.014), villi width (P<0 P=0.003),>toxin binder in aflatoxin B1 (TXBL2) contaminated feed decreased jejunum length (P=0.001), jejunum weight (P=0.030), intestinal length (P=0.008), and intestinal weight (P=0.014), crypta depth (P=0.003), and increased villi:crypta ratio (P<0>toxin binder levels. Based on the study, it can be concluded that the addition of 4 g/kg toxin binder in aflatoxin B1 (TXBL2) contaminated feed improves liver performance better by lowering lymphocyte follicles and gastrointestinal better by increasing the villi:crypta ratio.
Kata Kunci : aflatoxin B1, broiler, intestinal villus, liver, toxin binder