Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Bahan Aktif Penghilang Stain dalam Bahan Kumur terhadap Perubahan Warna Gigi
Firda Aulia Rahma, Dr. drg. Dyah Irnawati, M.S.; Dr. drg. Harsini, M.S.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Warna gigi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya tarik seseorang, dapat berubah secara ekstrinsik akibat minuman seperti teh. Ekstrak daun salam memiliki kandungan eugenol yang mampu mengurangi stain ekstrinsik pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun salam sebagai bahan aktif dalam bahan kumur terhadap perubahan warna gigi.
Penelitian menggunakan 24 gigi sapi yang dibagi menjadi 4 kelompok dan bahan kumur ekstrak daun salam dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% serta tambahan 1 ml peppermint, 1,5 ml sorbitol, dan akuades. Gigi sapi diwarnai dengan cara direndam dalam larutan teh (menggunakan 2 gram/100 ml air 100°C selama 7 hari). Warna awal diukur menggunakan chromameter. Seluruh sampel direndam dalam bahan kumur ekstrak daun salam 0%, 5%, 10%, dan 15%. Warna akhir diukur setelah perendaman selama 90 menit pada suhu ruang. Perubahan warna dihitung dengan metode CIELab. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode one way ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan rerata perubahan warna (?E L*a*b*) adalah 2,17 ± 1,23 (kelompok 0%), 2,66 ± 1,34 (kelompok 5%), 3,02 ± 1,61 (kelompok 10%), dan 4,14 ± 2,84 (kelompok 15%). Hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai bahan aktif dalam bahan kumur tidak signifikan terhadap perubahan warna gigi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai bahan aktif dalam bahan kumur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan warna gigi.
Tooth color is a factor influencing one’s attractiveness and can be extrinsically affected by beverages like tea. Bay leaf extract contains eugenol, which may reduce extrinsic tooth stains. This study aimed to determine the effect of bay leaf extract concentration as an active ingredient in mouthwash on tooth color changes.
This study used 24 bovine teeth divided into 4 groups, treated with mouthwash containing bay leaf extract concentrations of 0%, 5%, 10%, and 15%, along with 1 ml peppermint, 1,5 ml sorbitol, and aquades. The teeth were stained by immersion in tea solution (2 g/100 ml at 100°C for 7 days), initial color was measured using a chromameter. Samples were soaked in the bay leaf mouthwash for 90 minutes at room temperature, final color was measured. Color changes were calculated using the CIELab method, and data were analyzed using one-way ANOVA.
The results showed mean color changes (?E L*a*b*) of 2,17 ± 1,23 (0%), 2,66 ± 1,34 (5%), 3,02 ± 1,61 (10%), and 4,14 ± 2,84 (15%). One-way ANOVA revealed that the concentration of bay leaf extract had no significant effect on tooth color change. In conclusion, bay leaf extract concentration as an active ingredient in mouthwash does not significantly affect tooth color changes.
Kata Kunci : daun salam, gigi sapi, konsentrasi, perubahan warna gigi