PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KECERDASAN ADVERSITAS GENERASI STROBERI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA
Auliya Afiifa, Nurhadi, S.Sos., M.Si. Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Mahasiswa generasi stroberi sering kali dicap kreatif, tetapi kurang tahan terhadap tekanan dan tantangan. Dalam lingkungan akademik yang kompetitif, ketahanan mental menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan. Kecerdasan adversitas (AQ) merupakan faktor penting yang menentukan sejauh mana individu dapat bertahan dan bangkit dari kegagalan. Namun, AQ tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh lingkungan sosial, terutama dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial keluarga dalam meningkatkan AQ mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Penelitian ini berlandaskan pada konsep kecerdasan adversitas dan teori dukungan sosial keluarga. Kecerdasan adversitas terdiri dari lima dimensi utama, yaitu control, origin, ownership, reach, dan endurance. Sementara itu, dukungan sosial keluarga mencakup aspek emosional, penghargaan, instrumental, dan informasional yang berperan dalam membangun daya juang mahasiswa. Penelitian ini menganalisis bagaimana keterkaitan antara kedua konsep tersebut dapat membantu mahasiswa dalam mengelola tekanan akademik dan sosial.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam pengalaman mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik serta peran dukungan sosial keluarga dalam meningkatkan AQ mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Informan dipilih secara purposif untuk mendapatkan keberagaman perspektif. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola pengalaman mahasiswa terkait AQ dan dukungan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan AQ tinggi lebih resilien dalam menghadapi tekanan. Faktor latar belakang pendidikan, jenis kelamin, tempat tinggal, dan dukungan keluarga terutama memengaruhi setiap dimensi AQ. Dukungan emosional keluarga membantu mahasiswa menjaga keseimbangan psikologis dan membangun optimisme dalam menghadapi kegagalan. Dukungan penghargaan meningkatkan motivasi akademik mereka, sementara dukungan instrumental memberikan akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan akademik dan personal. Dukungan informasional membantu mahasiswa dalam pengambilan keputusan yang lebih bijaksana, tetapi ketergantungan yang berlebihan dapat menghambat kemandirian mereka. Temuan ini mendukung teori Stoltz bahwa AQ dapat diperkuat melalui lingkungan sosial yang suportif, serta teori Friedman yang menegaskan bahwa kehadiran keluarga sebagai sumber dukungan memainkan peran penting dalam membangun ketahanan individu terhadap tekanan eksternal. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga memiliki peran signifikan dalam membentuk daya juang mahasiswa generasi stroberi. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan yang lebih besar dari keluarga dalam memberikan dukungan yang seimbang, sehingga mahasiswa tidak hanya mampu berpikir kreatif tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sosial.
Strawberry generation students are often labeled as creative but less resilient to pressure and challenges. In a competitive academic environment, mental resilience becomes a crucial factor that influences students’ success in facing adversity. The Adversity Quotient (AQ) is a significant determinant of how well individuals can endure and recover from failure. However, AQ is not solely influenced by internal factors, but also by the social environment, particularly family support. This study aims to explore the role of family social support in enhancing the AQ of students at Universitas Gadjah Mada.
This research is grounded in the concept of adversity intelligence and the theory of family social support. Adversity intelligence consists of five core dimensions: control, origin, ownership, reach, and endurance. Meanwhile, family social support includes emotional, appraisal, instrumental, and informational aspects that contribute to students' perseverance. The study analyzes how the interrelation of these two concepts helps students manage academic and social pressures.
A descriptive qualitative method was employed to deeply explore students’ experiences in dealing with academic challenges and the role of family support in improving their AQ. Data were collected through in-depth interviews with Universitas Gadjah Mada students. Participants were selected purposively to obtain diverse perspectives. Thematic analysis techniques were used to identify patterns in students’ experiences related to AQ and family support.
The findings indicate that students with a high AQ are more resilient under pressure. Educational background, gender, place of residence, and particularly family support influence each AQ dimension. Emotional support helps students maintain psychological balance and build optimism in the face of failure. Appraisal support boosts academic motivation, while instrumental support provides access to resources needed to overcome academic and personal issues. Informational support assists students in making wiser decisions; however, excessive dependence on it may hinder their independence. These findings support Stoltz’s theory that AQ can be strengthened through a supportive social environment, as well as Friedman’s theory which highlights the family’s role as a key source of support in fostering individual resilience against external stressors.
This study affirms that the family plays a significant role in shaping the perseverance of the strawberry generation. Therefore, greater involvement from the family is needed to provide balanced support so that students are not only capable of thinking creatively but also possess strong mental resilience in facing academic and social challenges.
Kata Kunci : Adversity Quotient, Dukungan Sosial Keluarga, Mahasiswa, Generasi Stroberi, Resiliensi/Adversity Quotient, Family Social Support, Students, Strawberry Generation, Resilience.