Laporkan Masalah

Frekuensi Isolasi Patogen Penyebab Busuk Pelepah Padi di Kabupaten Klaten

Liya Amalia Nur Khasanah, Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Indonesia merupakan negara agraris dengan komoditas pangan yang utama 

adalah tanaman padi. Permintaan terhadap produksi padi terus meningkat seiring 

bertambahnya jumlah penduduk. Namun, produksi padi sering mengalami 

penurunan akibat beberapa faktor, salah satunya yaitu OPT (Organisme 

Pengganggu Tumbuhan). Salah satu OPT yang semula dianggap minor, tetapi 

semakin sering ditemukan di lahan padi adalah penyakit busuk pelepah padi yang 

disebabkan oleh jamur Sarocladium oryzae dan Fusarium spp. Penyakit busuk 

pelepah ditandai dengan adanya bercak yang tidak beraturan berwarna cokelat di 

bagian pelepah atas dan menyebabkan bulir padi berubah warna menjadi hitam. 

Penyakit busuk pelepah dapat menginfeksi seluruh varietas tanaman padi. 

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten, tepatnya Kecamatan Cawas yang 

merupakan daerah pertanian tanaman padi dengan keragaman varietas yang tinggi. 

Penelitian bertujuan untuk mengetahui intensitas dan insidensi penyakit busuk 

pelepah pada varietas yang berbeda, serta mengetahui keberadaan patogen utama 

penyebab busuk pelepah dengan melakukan identifikasi dan perhitungan frekuensi 

isolasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa seiring bertambahnya waktu 

pengamatan, maka intensitas dan insidensi semakin meningkat pada semua varietas. 

Hasil frekuensi isolasi yang didapatkan bahwa keberadaan jamur S. oryzae lebih 

dominan jika dibandingkan dengan jamur Fusarium spp. Kemuculan S. oryzae 

lebih awal jika dibandingkan dengan Fusarium spp. yaitu ketika 62 HST. Varietas 

Inpari 32 memiliki kerentanan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan varietas 

Sunggal dan Logawa. Dengan adanya hasil penelitian diharapkan menjadi dasar 

dalam pemilihan varietas dan pengelolaan penyakit secara terpadu.  

Indonesian is an agricultural country with rice as its main staple food 

commodity.  The demand for rice production continues to increase in line with the 

growing population. However, rice production often declines due to several factors, 

one of which is the presence of Plant Pests and Diseases. One such disease, initially 

considered minor but increasingly found in rice fields, is sheath rot disease caused 

by the fungi Sarocladium oryzae and Fusarium spp. This disease is characterized 

by irregular brown spots on the upper part of the leaf sheath and causes the rice 

grains to turn black. Sheath rot disease can infect all rice varieties. This research 

was conducted in Klaten Regency, specifically in Cawas District, an agricultural 

area known for its high diversity of rice varieties. The study aims to determine the 

intensity and incidence of sheath rot disease across different rice varieties, as well 

as to identify the main causal pathogens through isolation and calculation of their 

frequency. The results showed that the intensity and incidence of sheath rot 

increased over time in all varieties observed. Isolation frequency analysis revealed 

that S. oryzae was more dominantly isolated compared to Fusarium spp. The 

emergence of S. oryzae war earlier when compared to Fusarium spp., namely when 

62 Day After Planting. The Inpari 32 variety has a higher susceptibility when 

compared to the Sunggal and Logawa varieties. These findings are expected to 

serve as a basis for selecting suitable rice varieties and implementing integrated 

disease management strategies.

Kata Kunci : busuk pelepah, frekuensi isolasi, Fusarium spp., padi, Sarocladium oryzae

  1. S1-2025-474246-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474246-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474246-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474246-title.pdf