Laporkan Masalah

Peran Modal Sosial dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Studi pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bank Difabel DI Yogyakarta)

Ahmartha Thahtha Bhitha, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penyandang disabilitas merupakan kelompok marginal yang rentan akibat dari berbagai tantangan dan hambatan yang menyisihkan mereka dari akses terhadap peluang sosial, ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Hal ini mencerminkan eksklusi sistematik yang menyebabkan para penyandang disabilitas terjebak dalam kondisi tidak berdaya. Ketidakmampuan pemerintah dan lembaga formal untuk memberikan jalan keluar yang sesuai dengan kebutuhan mereka pun memperburuk situasi yang mereka alami. Dalam konteks tersebut, maka modal sosial muncul sebagai pendekatan alternatif yang dapat menjembatani keterbatasan mereka melalui pemberdayaan berbasis komunitas, khususnya melalui koperasi yang dibuat untuk meningkatkan akses ekonomi dan partisipasi sosial para penyandang disabilitas.

Dengan menggunakan teori modal sosial Robert D. Putnam, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran modal sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di KSP Bank Difabel DI Yogyakarta dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi yang kemudian divalidasi dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan dan reliabilitasnya.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa modal sosial berperan sebagai fondasi utama dalam keberhasilan pemberdayaan penyandang disabilitas di KSP Bank Difabel. Selain menjadi katalisator, modal sosial juga berperan sebagai alat transformasif yang memfasilitasi penyandang disabilitas untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian. Tiga aspek modal sosial–jaringan sosial, kepercayaan, dan norma–menunjukkan peran mereka dalam meningkatkan akses informasi, peluang, dan sumber daya, mendorong partisipasi dan keterlibatan sosial, memunculkan dukungan emosional dan sosial, serta mendorong kerja sama serta kolaborasi. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa dengan adanya kekuatan modal sosial, penyandang disabilitas lebih mudah dalam mencapai hasil pemberdayaan yang diharapkan dan mampu mewujudkan keberlanjutan pemberdayaan berbasis komunitas. Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan pentingnya memanfaatkan modal sosial dalam menjawab tantangan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Persons with disabilities are a marginalized group vulnerable to challenges and obstacles that exclude them from access to social, economic, health, and educational opportunities. This reflects systemic exclusion that traps persons with disabilities in a state of helplessness. The inability of the government and formal institutions to provide appropriate solutions exacerbates their situation. In this context, social capital emerges as an alternative approach to bridge their limitations through community-based empowerment, particularly through cooperatives designed to enhance their economic access and social participation.

Using Robert D. Putnam's theory of social capital, this study aims to examine the role of social capital in empowering persons with disabilities at KSP Bank Difabel DI Yogyakarta. The research adopts a qualitative case study method. Data were collected through observations, in-depth interviews, literature reviews, and documentation, which were subsequently validated using triangulation to ensure their validity and reliability.

The findings reveal that social capital serves as the fundamental foundation for the success of empowering individuals with disabilities at KSP Bank Difabel. In addition to acting as a catalyst, social capital also functions as a transformative tool that facilitates individuals with disabilities in achieving well-being and independence. Three aspects of social capital—social networks, trust, and norms—demonstrate their role in enhancing access to information, opportunities, and resources, encouraging participation and social engagement, fostering emotional and social support, as well as promoting collaboration and cooperation. This study provides evidence that the strength of social capital enables individuals with disabilities to more easily achieve the expected empowerment outcomes and ensures the sustainability of community-based empowerment efforts. Ultimately, this research emphasizes the importance of leveraging social capital to address the challenges of empowering individuals with disabilities.

Kata Kunci : Modal Sosial, Penyandang Disabilitas, Pemberdayaan

  1. S1-2025-477113-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477113-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477113-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477113-title.pdf