Laporkan Masalah

Pengaruh environmental action terhadap kemudahan akses kredit dari perbankan: Studi pada perusahaan sektor nonfinansial yang terdaftar di BEI tahun 2021–2024

Ismail Arif Wicaksono, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., CA., Ph.D.

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tindakan lingkungan (environmental action) terhadap kemudahan akses kredit dari perbankan. Tindakan lingkungan diukur menggunakan tiga indikator dari skor ESG Eikon Refinitiv, yaitu pengelolaan sumber daya (resource use), tingkat emisi (emission level), dan inovasi lingkungan (environmental innovation). Variabel dependen yang digunakan adalah cost of debt sebagai proksi dari kemudahan akses pendanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel fixed effect pada 95 observasi firm-year dari 33 perusahaan sektor nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya berpengaruh positif dan signifikan terhadap cost of debt, dan hal ini mengindikasikan akses kredit yang semakin sulit diperoleh. Sementara itu, tingkat emisi tidak berpengaruh signifikan, dan inovasi lingkungan berpengaruh positif signifikan pada tingkat signifikansi 10%. Temuan ini menunjukkan bahwa tindakan lingkungan belum sepenuhnya dipertimbangkan dalam sistem asesmen kredit di Indonesia, bahkan beberapa tindakan justru diasosiasikan dengan peningkatan risiko atas kredit tersebut.

This study aims to examine the effect of environmental actions on corporate access to bank credit. Environmental actions are measured using three ESG indicators from Eikon Refinitiv, namely resource use, emission level, and environmental innovation. The dependent variable is the cost of debt, which serves as a proxy for ease of access to external financing. This research applies a quantitative approach using a fixed effect panel data regression model on 95 firm-year observations from 35 non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. The results show that resource use has a positive and significant effect on the cost of debt, indicating that credit access becomes more difficult to obtain. Meanwhile, emission levels show no significant effect, and environmental innovation has a positive effect at the 10% significance level. These findings suggest that environmental actions have not yet been fully integrated into credit assessment systems in Indonesia, and in some cases, are even perceived as increasing financial risk.

Kata Kunci : Tindakan Lingkungan, ESG, Resource Use, Emission, Environmental Innovation, Akses Kredit

  1. S1-2025-477572-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477572-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477572-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477572-title.pdf