Regionalisme Trans-Nasional dalam Organisasi Keruangan Kawasan Perbatasan Negara Indonesia (Studi Kasus : Pulau Sebatik)
Agung Satriyo Nugroho, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc; Prof. Purwo Santoso, M.A., Ph.D; Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc.
2025 | Disertasi | S3 Geografi
Kawasan perbatasan negara memiliki nilai strategis terhadap ruang kedaulatan dari wilayah negara, akan tetapi selama ini Kawasan perbatasan masih identik dengan ketertinggalan dan ketimpangan dalam pembangunan. Padahal Kawasan ini memiliki posisi strategis baik secara ruang geografis maupun sosial budaya masyarakat antar negara. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba merumuskan konsep baru yang mengadopsi dari paradigma trans-nasionalisme dalam memahami karakter sebuah wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi lanskap kawasan perbatasan di Pulau Sebatik dan faktor yang mempengaruhi bentuk lanskap kawasan perbatasan di Indonesia, (2) memetakan posisi dan pola interaksi antar ruang di kawasan perbatasan negara baik di dalam negeri maupun lintas batas negara, (3) merumuskan pola organisasi keruangan kawasan perbatasan yang terbentuk akibat dinamika interaksi antar ruang masyarakat perbatasan serta kebijakan regionalisme yang dikeluarkan oleh pemangku kepentingan negara dan supra-negara, serta (4) menyusun rekomendasi dalam pengelolaan ruang kawasan perbatasan negara Indonesia dengan pendekatan regionalisme trans-nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan desain kualitatif dengan sifat induktif. Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan pemahaman tentang karakter Kawasan perbatasan di Pulau Sebatik yang kemudian memunculkan konsep lanskap kawasan perbatasan, jenis interaksi antar ruang kawasan perbatasan, formasi organisasi keruangan, serta teori baru tentang regionalisme trans-nasional kawasan perbatasan negara.
The border area of the country has a strategic value to the sovereign space of the country's territory, but so far the border area is still identical with backwardness and inequality in development. In fact, this area has a strategic position both in terms of geographical space and socio-cultural communities between countries. Therefore, this study tries to formulate a new concept that adopts the trans-nationalism paradigm in understanding the character of a region. The objectives of this study are (1) to identify the landscape of the border area on Sebatik Island and the factors that influence the shape of the border area landscape in Indonesia, (2) to map the position and pattern of interaction between spaces in the border area of the country both domestically and across borders, (3) to formulate a pattern of spatial organization of the border area formed due to the dynamics of interaction between border community spaces and regionalism policies issued by state and supra state stakeholders, and (4) to compile recommendations in the management of the Indonesian border area space with a trans-national regionalism approach. The method used in this study is to use a qualitative design with an inductive nature. This research ultimately resulted in an understanding of the character of the border area on Sebatik Island which then gave rise to the concept of border area landscape, types of interactions between border area spaces, spatial organization formations, and new theories about trans-national regionalism in state border areas.
Kata Kunci : Perbatasan Negara, Sebatik, Regionalisme, Lanskap Kawasan Perbatasan, Organisasi Keruangan.