Efek Substitusi Kacang Ratu BW terhadap IOFC dan Bobot Badan Kambing Sapera
Yusuf Izaz Abdullah, Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek subtitusi Kacang Ratu BW terhadap bobot badan, dan penerimaan susu setelah pakan atau Income Over Feed Cost (IOFC) pada kambing Sapera. Bahan yang yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, alfalfa, indigofera, gamal, daun singkong, konsentrat pabrikan. Adapun perbandingan konsentrat: hijauan adalah 30:70 dengan perlakuan subtitusi Kacang Ratu BW (Medicago sativa cv Kacang Ratu BW) yaitu P0 : 30% konsentrat dan 70% hijauan secara umum, P1: 30% konsentrat dan 70% hijauan terdiri atas (50% gamal dan 50?un singkong), P2: 30% konsentrat dan 70% hijauan terdiri atas ( 50% gamal dan 50% indigofera), P3: 30% konsentrat dan 70% hijauan terdiri atas (50% gamal dan 50% Alfalfa). Perlakuan ini diaplikasikan dengan rancangan acak lengkap pada 12 ekor kambing sapera bunting laktasi ke dua. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan kambing perah Gonami farm.Ternak dipelihara dengan perlakuan selama satu bulan (dengan sebelumnya 10 hari adaptasi). Parameter yang diamati yaitu berat badan harian dan produksi susu harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi Kacang Ratu BW tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap IOFC, nilai IOFC yang diperoleh yaitu P1 sebesar Rp. 7.725,63 ,P3 Rp 6.818,54, P0 Rp. 6.428,84, P2 Rp. 5.649,40, tetapi Kacang Ratu BW berpotensi pada peningkatan average daily gain (ADG), dan konversi pakan.
This study aimed to determine the effect of Ratu BW bean subtitution on body waight, and milk income or Income Over Feed Cost (IOFC) in Sapera goats. The materials used in this study include alfalfa, indigofera, gliricidia (gamal), cassava leaves, and commercial concevtrate. The concentrate to forage ration of 30:70. The treatments consisted of Ratu BW bean (Medicago sativa cv Ratu BW) subtitutions as follows: P0: 30% concentrate and 70% general forage, P1: 30% concentrate and 70% forage consisting of 50% gliricidia and 50?ssava leaves, P2: 30% concentrate and 70% forage consisting of 50% gliricidia and 50% indigofera, P3: 30% concentrate and 70% forage consisting of 50% gliricidia and 50% alfalfa. These treatments were applied using a completely randomized design (CRD) on 12 pregnant sapera dairy goats in their second lactation. The study was conducted at the Gonami farm dairy goat farm. The observed parameters included daily body weight and daily milk production. These data were used to implement the CRD desights, and calculate Income Over Feed Cost (IOFC). The research results showed that the subtitution of Ratu BW bean did non affect (P>0,05) the IOFC. The IOFC values obtained were : P1 at Rp. 7.725,63 ,P3 at Rp. 6.818,54, P0 at Rp. 6.428,84, P2 at Rp. 5.649,40,. However, Ratu BW peanuts had the potensial to average daily gain (ADG), and feed convertion.
Kata Kunci : Alfalfa, Kambing Sapera, Konversi