KONSEP NILAI-NILAI UNIVERSAL BASIC INCOME DALAM PERSPEKTIF UTILITARIANISME JOHN STUART MILL
MEGAWATI, Dr. Supartiningsih,S.S., M.Hum ; Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Skripsi
berjudul “Konsep Nilai-Nilai Universal Basic Income dalam Perspektif
Utilitarianisme John Stuart Mill” membahas nilai-nilai yang terdapat dalam
kebijakan Universal Basic Income (UBI) dengan menggunakan pendekatan
filsafat etika utilitarianisme John Stuart Mill. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh penerapan UBI sebagai kebijakan ekonomi yang mulai
diujicobakan di berbagai negara, yang menimbulkan perhatian terhadap
nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai UBI serta menjelaskan
kesesuaiannya dengan prinsip kebahagiaan terbesar dalam utilitarianisme Mill
sebagai dasar dari nilai dasar kebijakan publik.
Penelitian ini
merupakan studi kualitatif bidang filsafat. Pengumpulan data dilakukan melalui
studi pustaka terhadap buku-buku karya John Stuart Mill, literatur terkait Universal
Basic Income (UBI), jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan.
Analisis difokuskan pada tiga nilai utama yang terkandung dalam konsep UBI,
yaitu keadilan sosial, kebebasan individu, dan kesejahteraan ekonomi. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis dengan metode hermeneutika filsafat yang
melibatkan unsur-unsur metodis berupa deskripsi, interpretasi, koherensi
intern, dan refleksi kritis untuk memahami bagaimana nilai-nilai dalam UBI
selaras dengan prinsip kebahagiaan terbesar dalam utilitarianisme Mill sebagai
dasar pertimbangan moral dalam kebijakan publik.
Hasil
penelitian ini dua butir. Pertama, nilai-nilai yang melekat dalam Universal
Basic Income (UBI) seperti keadilan distributif, kebebasan individu, dan
jaminan sosial, tidak semata-mata bersifat administratif, melainkan membentuk
arah moral dari kebijakan sosial itu sendiri. Dalam konteks pembangunan sosial,
nilai-nilai tersebut menandai pergeseran paradigma dari sistem kesejahteraan
yang bersyarat menuju pengakuan atas hak dasar individu untuk hidup layak
terlepas dari kontribusi ekonomi formal. Dengan demikian, UBI menghadirkan
kemungkinan untuk membangun sistem sosial yang lebih inklusif dan responsif
terhadap ketimpangan struktural dalam masyarakat modern. Kedua, apabila
ditinjau melalui prinsip utilitarianisme John Stuart Mill, nilai-nilai UBI yaitu
keadilan, kesetaraan, dan kebebasan memiliki relevansi dalam kerangka
pencapaian kebahagiaan terbesar. Dalam prinsip tersebut, kebijakan UBI mampu
mengurangi ketimpangan ekonomi, memperluas akses terhadap kebutuhan dasar,
serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa
UBI bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga manifestasi dari etika
kesejahteraan yang berorientasi pada optimalisasi manfaat bersama dalam
kehidupan sosial.
This research, titled "The Concept of Values in Universal Basic Income from
the Perspective of John Stuart Mill’s Utilitarianism," examines the
values embedded in the Universal Basic Income (UBI) policy using the ethical
philosophy of utilitarianism developed by John Stuart Mill. The study is
motivated by the implementation of UBI as an economic policy currently being
piloted in various countries, which has raised attention to the underlying
moral values it carries. The purpose of this research is to identify and
analyze the values within UBI and to explain their alignment with the greatest
happiness principle in Mill’s utilitarianism, which serves as the foundation
for basic moral values in public policy.
This
research is a qualitative study in the field of philosophy. The data were
collected through a literature review of John Stuart Mill’s works, literature
related to Universal Basic Income (UBI), scientific journals, and relevant
policy documents. The analysis focuses on three core values embedded in the
concept of UBI, namely social justice, individual freedom, and economic
welfare. The collected data were then analyzed using a philosophical
hermeneutic method with methodological elements consisting of description,
interpretation, internal coherence, and critical reflection to understand how
the values within UBI align with the greatest happiness principle in Mill’s
utilitarianism as a moral foundation for public policy.
The
findings of this study address two main research questions. First, the values
inherent in Universal Basic Income, such as distributive justice, individual
freedom, and social security, are not merely administrative in nature but shape
the moral direction of social policy itself. In the context of social
development, these values represent a paradigm shift from conditional welfare
systems toward the recognition of every individual’s basic right to a decent
life, regardless of formal economic contribution. Thus, UBI presents the
possibility of constructing a more inclusive and responsive social system amid
structural inequality in modern society. Second, from the perspective of John
Stuart Mill’s utilitarianism, values such as justice, equality, and freedom
within UBI are relevant to the framework of achieving collective happiness.
Under the principle of the greatest happiness, UBI has the potential to reduce
economic inequality, expand access to basic needs, and improve overall quality
of life. This indicates that UBI is not merely an economic policy but also a
manifestation of a welfare ethic oriented toward maximizing shared benefit in
social life.
Kata Kunci : Universal Basic Income, utilitarianisme, kesejahteraan ekonomi, nilai dasar, keadilan sosial, kebahagiaan terbesar