PENEPARAN PRINSIP-PRINSIP VOLUNTOURISM MELALUI PROGRAM VOLUNTRIP BY KITABISA
An Nuur Khairune Nisa, Dr. Mohamad Yusuf, M.A.
2025 | Skripsi | PARIWISATA
Voluntourism merupakan bentuk pariwisata alternatif yang menggabungkan aktivitas kesukarelawanan dengan perjalanan wisata untuk memberikan kontribusi sosial bagi komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian praktik program Voluntrip by Kitabisa dengan prinsip-prinsip voluntourism yang ditetapkan oleh APEC (2018), serta menilai sejauh mana program ini menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus pada tiga paket Voluntrip, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan tidak langsung, wawancara mendalam, serta studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa Voluntrip berhasil menjangkau berbagai komunitas melalui kolaborasi digital dan peran media sosial. Namun, praktik di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan komodifikasi aktivitas kesukarelawanan, kurangnya keterlibatan bermakna dari komunitas lokal, serta minimnya kesinambungan program pasca-kegiatan. Kegiatan cenderung berfokus pada pengalaman relawan dan aspek dokumentasi dibandingkan kontribusi sosial jangka panjang. Evaluasi program juga lebih menekankan pada kepuasan voluntourist ketimbang dampak nyata bagi penerima manfaat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih etis dan berkelanjutan, termasuk peningkatan partisipasi komunitas, penguatan mekanisme evaluasi dampak sosial, serta penyelarasan antara motivasi relawan dan kebutuhan lokal, guna memastikan bahwa program tidak hanya memberikan eksposur media, tetapi juga manfaat substantif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Voluntourism is an alternative form of tourism that combines volunteer activities with travel to provide social contributions to local communities. This study aims to analyze the alignment of the Voluntrip by Kitabisa program with the principles of voluntourism outlined by APEC (2018), as well as to evaluate the extent to which the program delivers tangible benefits to local beneficiaries. Using a qualitative descriptive approach and case studies of three Voluntrip packages, data were collected through direct and indirect observation, in-depth interviews, and literature review. The findings show that Voluntrip successfully engages various communities through digital collaboration and the use of social media. However, field practices indicate a tendency toward the commodification of volunteerism, limited meaningful involvement of local communities, and a lack of program sustainability after activities conclude. The program tends to prioritize volunteer experiences and media documentation over long-term social contributions. Moreover, program evaluations focus more on voluntourist satisfaction than on measurable impacts for beneficiaries. Therefore, a more ethical and sustainable approach is needed, including greater community participation, improved mechanisms for evaluating social impact, and better alignment between volunteer motivations and local needs, to ensure that the program provides not only media exposure but also meaningful and lasting benefits for communities.
Kata Kunci : voluntourism, Voluntrip, Kitabisa, keberlanjutan, prinsip APEC