Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) dalam Ransum terhadap Produksi Gas dan Metan secara In Vitro
Elsa Sopiatul Kasanah, Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Pemanfaatan daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai aditif pakan digunakan untuk mengurangi produksi metan dan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrien pakan dengan adanya kandungan fenol yang memiliki kemampuan untuk memproteksi protein dan keberadaan saponin yang dapat menyebabkan kerusakan dan lisis sel protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap produksi gas dan metan secara in vitro. Metode produksi gas fermentasi oleh Menke dan Steingass dilakukan menggunakan syringe berskala dengan masa inkubasi selama 48 jam. Sampel yang digunakan adalah tepung daun kemangi. Proporsi hijauan dan konsentrat adalah 60:40, konsentrat terdiri dari wheat bran pollard sebesar 90?n 10% bungkil kedelai. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah perbedaan level penambahan tepung daun kemangi, yaitu level 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% BK pakan. Parameter yang diamati adalah produksi gas, bahan kering terdegradasi (BKT), bahan organik terdegradasi (BOT), serta produksi metan (CH4), dan karbon dioksida (CO2). Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis statistik menggunakan analisis one-way ANOVA melalui SPSS dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple new Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kemangi pada level 1-4% tidak mempengaruhi (P>0,05) produksi gas, bahan kering terdegradasi, dan bahan organik terdegradasi dalam fermentasi pakan di rumen. Penambahan tepung daun kemangi sebanyak 3?pat meningkatkan nilai dari fraksi mudah terdegradasi (a) dan pada level 1-4?pat meningkatkan nilai fraksi potensial terdegradasi (b). Penambahan daun kemangi sebanyak 1-4% tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap laju fraksi potensial terdegradasi (c) dan total produksi gas fraksi mudah terdegradasi dan potensial terdegradasi (a+b). Penambahan tepung daun kemangi dapat meningkatkan produksi gas metan dan gas karbon dioksida (P<0>penambahan tepung daun kemangi pada level 1-4% BK pakan dapat meningkatkan fraksi pakan mudah terdegradasi dan potensial terdegradasi serta meningkatkan produksi gas metan dan CO2 secara in vitro.
The use of basil
leaves (Ocimum basilicum L.) as a feed additive is intended to reduce
methane production and improve nutrient absorption efficiency due to the
presence of phenolic compounds, which can protect proteins, and saponins, which
can cause damage and lysis of protozoal cells. This study aimed to evaluate the
effect of basil leaf powder (Ocimum basilicum L.) supplementation on gas
and methane production in vitro. The gas production fermentation method by
Menke and Steingass was employed using graduated syringes with a 48-hour
incubation period. The sample used was basil leaf powder. The
forage-to-concentrate ratio was 60:40, with the concentrate consisting of 90%
wheat bran pollard and 10% soybean meal. The treatments applied were different
inclusion levels of basil leaf powder, namely 0%, 1%, 2%, 3%, and 4% of feed
dry matter (DM). The parameters observed were gas production, dry matter
degradability (DMD), organic matter degradability (OMD), and the production of
methane (CH4) and carbon dioxide (CO2). The data obtained
were statistically analyzed using one-way ANOVA via SPSS and followed by
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that supplementation
with basil leaf powder at levels of 1-4% did not significantly affect
(P>0.05) gas production, dry matter degradability, and organic matter
degradability during rumen fermentation. Supplementation at the 3% level
increased the rapidly degradable fraction (a), and levels of 1–4% increased the
potentially degradable fraction (b). However, basil leaf supplementation from
1–4% did not significantly affect (P>0.05) the degradation rate of the
potentially degradable fraction (c) or the total gas production from the easily
and potentially degradable fractions (a+b). Supplementation with basil leaf
powder significantly increased (P<0>2 production in vitro.
Kata Kunci : daun kemangi, in vitro, mitigasi metan, saponin, senyawa fenol