Laporkan Masalah

Hubungan Kepatuhan Pengobatan dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia di RS Soerojo Magelang

Gicella Ratih Sekarningrum Wicaksi, Dr. apt Woro Harjaningsih, S.Si., Sp.FRS. ?

2025 | Skripsi | FARMASI

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit mental yang banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter di otak yang berdampak pada keretakan pikiran seseorang. Terdapat berbagai jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk meringankan skizofrenia, tetapi ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat menyebabkan kekambuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di RS Soerojo Magelang. 

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien skizofrenia di RS Soerojo Magelang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Bahan penelitian yang digunakan berupa rekam medis untuk melihat karakteristik, kepatuhan pengobatan, serta kekambuhan pasien. Kepatuhan pengobatan dinilai dengan rumus Medication Possession Ratio (MPR). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik penyakit, serta pola pengobatan. Sedangkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kekambuhan. 

Hasil penelitian dari 97 sampel pasien skizofrenia di RS Soerojo Magelang paling banyak diresepkan terapi kombinasi, yaitu sebanyak 77 pasien (79,4%). Jenis pengobatan yang paling banyak diberikan adalah antipsikotik golongan atipikal dengan mayoritas clozapine dan risperidone, jumlah secara berturut-turut 72 pasien (39,3%) dan 60 pasien (32,8%). Berdasarkan hasil uji chi- square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan dengan kekambuhan pasien skizofrenia di RS Soerojo Magelang dengan p value sebesar 0,147. Secara deskriptif dari 79 pasien yang patuh terhadap pengobatan, hanya 19 pasien yang kambuh sedangkan 60 pasien lainnya tidak mengalami kekambuhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketidakpatuhan terhadap pengobatan tetap dapat menyebabkan pasien lebih rentan terhadap kekambuhan. 

Schizophrenia is one of the most common psychiatric disorders in Indonesia. This disease is caused by an imbalance of neurotransmitters in the brain that affects a person’s mind. There are various types of treatments that can be used to relieve schizophrenia, but medication non-adherence can cause relapse. Therefore, this study aims to determine the correlation between medication adherence and relapse in schizophrenia patients at Soerojo Hospital Magelang. 

This study is an analytical observational study with cross-sectional research design. The study population was schizophrenia patients at Soerojo Hospital Magelang. The sampling method used was accidental sampling according to inclusion and exclusion criteria. The study materials used was medical records to see the characteristics, medication adherence, and patients relapse. Medication adherence was assessed using the Medication Possession Ratio (MPR). Univariate analysis was used to determine patient and disease characteristics, and patients treatment. While bivariate analysis using Chi-Square test with a 95% confidence level was used to determine the correlation between medication adherence and relapse. 

The result of this study was that from 97 samples of schizophrenia patients in Soerojo Hospital Magelang, as many as 77 patients (79,4%) were prescribed combination therapy. The most given is atypical antipsychotics, specifically clozapine and risperidone, with 72 patients (39,3%) and 60 patients (32,8%) respectively. Based on the Chi-Square test result, there is no significant correlation between medication adherence and relapse in schizophrenia patients at Soerojo Hospital Magelang with a p-value of 0,147. Descriptively, out of 79 patients who were adherent with treatment, only 19 patients relapsed while 60 other patients did not relapse. Furthermore, it can be concluded that non- adherence with treatment can still make patients more susceptible to relapse. 

Kata Kunci : kekambuhan, kepatuhan pengobatan, skizofrenia

  1. S1-2025-477603-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477603-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477603-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477603-title.pdf