Analisis Usaha Penangkapan Benih Bening Lobster di Pantai Sadeng Kabupaten Gunungkidul
Ricky Maulana, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Nelayan Pantai Sadeng merupakan kelompok yang aktif dalam penangkapan Benih Bening Lobster (BBL) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas penangkapan BBL yang dilakukan oleh nelayan di Pantai Sadeng Yogyakarta serta menganalisis struktur biaya dan penerimaan usaha penangkapan BBL. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Februari 2025 dengan menggunakan metode survei kuantitatif, dengan pendekatan analisis usaha perikanan berdasarkan keuntungan kotor dan keuntungan bersih dalam usaha penangkapan BBL. Dari 61 pemegang izin penangkapan BBL (SKAB), peneliti melakukan wawancara terhadap 35 nelayan. Berdasarkan kelengkapan informasi teknis dan ekonomi, seperti rincian biaya investasi, operasional, dan pendapatan terpilih 16 nelayan yang datanya memadai untuk dianalisis lanjut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan BBL dilakukan oleh tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu Mina Abadi, Mina Raharja, dan UN Jaya. Jenis BBL yang ditangkap meliputi BBL Pasir (Panulirus homarus) dan BBL Mutiara (Panulirus ornatus). Nelayan menggunakan alat tangkap tradisional berupa karung goni dan beroperasi dengan perahu motor tempel berkapasitas di bawah 5 GT. Penangkapan dilakukan pada jarak 300–500 meter dari pantai dengan sistem one day fishing, dan hasil tangkapan berkisar antara 0 hingga 5000 ekor. Analisis usaha menunjukkan bahwa dalam satu tahun, usaha penangkapan benih bening lobster di Pantai Sadeng dapat menghasilkan rata-rata keuntungan bersih sebesar Rp253.977.173 dengan nilai R/C ratio 1,41. Hal ini menandakan bahwa usaha penangkapan benih bening lobster di Pantai Sadeng dinyatakan layak untuk dijalankan. Namun demikian, usaha ini memiliki kerentanan terhadap dinamika musim dan fluktuasi harga.
The fishers at Sadeng Beach depict one of the most vibrant communities engaged in the collection of lobster puerulus (BBL) in Indonesia. This research delineates the harvesting methods and analyzes the financial structure, revenue, and profitability linked to the BBL fishing business. The research was conducted from December 2024 to February 2025, utilizing quantitative survey methods along with a business analysis approach based on gross and net profit. Of the 61 holders of the BBL fishing permit (SKAB), 35 fishermen were selected as respondents; however, only 16 provided sufficient technical and economic data for further analysis. The data collection technique included observation, structured interviews, and a comprehensive document analysis. BBL harvesting is conducted by three fishing groups: Mina Abadi, Mina Raharja, and UN Jaya. The target species are Panulirus homarus (sand lobster) and Panulirus ornatus (ornate lobster). Fishers employ gunnysacks and small outboard motorboats, generally under 5 gross tons. Harvesting takes place in the fishing zone located 300–500 meters from the coast, utilizing a one-day fishing method. Catches may range from 0 to 5,000 individuals per trip. Business analysis indicated that, within one year, the BBL fishing business at Sadeng Beach can yield an average net profit of Rp253.977.173 with an R/C ratio of 1.41. This signifies that the BBL fishing business at Sadeng Beach is financially viable. Nevertheless, this business remains vulnerable to seasonal dynamics and price fluctuations.
Kata Kunci : kebijakan, keuntungan, nelayan, struktur biaya