Laporkan Masalah

KRITIK TERHADAP PRAKTIK DESIGNER BABIES MELALUI TEORI UTILITARIANISME JOHN STUART MILL

Salsa Ruqiyatus Syifa, Sri Yulita Pramulia Panani, S.Fil., M.Phil.; Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Praktik designer babies, yaitu rekayasa genetika pada embrio manusia untuk menghasilkan sifat-sifat tertentu, telah menimbulkan perdebatan etis yang kompleks. Teknologi ini menawarkan potensi untuk mencegah penyakit genetik dan meningkatkan kualitas hidup, namun juga memicu kekhawatiran terkait diskriminasi genetik, ketimpangan sosial, dan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik designer babies melalui perspektif teori utilitarianisme John Stuart Mill, yang berfokus pada prinsip kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbanyak (the greatest happiness principle).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka yang dilakukan melalui empat tahapan, yakni (1) inventarisasi, (2) klasifikasi, (3) analisis, dan (4) penyusunan hasil; dan diolah dengan menggunakan empat unsur metodis filosofis, yakni (1) deskripsi, (2) interpretasi, (3) koherensi, dan (4) refleksi kritis. Objek material penelitian adalah praktik designer babies, sementara objek formal penelitian adalah teori utilitarianisme John Stuart Mill.

Penelitian ini menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pertama, implikasi moral praktik designer babies terkait peningkatan kebermanfaatan hidup secara individu dan kolektif berdasarkan utilitarianisme Mill bersifat superfisial dan berbasis pada kepuasan estetika serta ekspektasi performatif yang lebih mengarah pada lower pleasures. Sehingga berisiko menciptakan struktur masyarakat yang lebih hierarkis dan eksklusif. Kedua, utilitarianisme Mill dapat mengatasi ketidaksetaraan sosial dalam praktik designer babies melalui implementasi kerangka etis secara komprehensif. Nilai utilitas digunakan sebagai landasan dalam mengakomodasi tindakan dan keadilan menjadi penyeimbang distribusi tindakan kepada seluruh pihak terkait.  Kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengambilan kebijakan etis terkait teknologi rekayasa genetika di masa depan.


The practice of designer babies, which involves genetic engineering of human embryos to produce specific traits, has sparked complex ethical debates. This technology offers the potential to prevent genetic diseases and improve quality of life, but also raises concerns regarding genetic discrimination, social inequality, and human rights. This research aims to examine the practice of designer babies through the lens of John Stuart Mill’s utilitarianism, which emphasizes the principle of the greatest happiness for the greatest number.

This study employs a literature review method conducted in four stages: (1) inventory, (2) classification, (3) analysis, and (4) synthesis of findings; and it is processed using four philosophical methodological elements: (1) description, (2) interpretation, (3) coherence, and (4) critical reflection. The material object of this research is the practice of designer babies, while the formal object is John Stuart Mill’s theory of utilitarianism.

This study yields several conclusions. First, the moral implications of designer babies in enhancing individual and collective well-being, as assessed through Mill’s utilitarianism, are superficial and based on aesthetic satisfaction and performative expectations, which tend to align with lower pleasures. This poses a risk of creating a more hierarchical and exclusive societal structure. Second, Mill’s utilitarianism can address social inequality in the practice of designer babies through the comprehensive implementation of an ethical framework. The value of utility serves as the foundation for accommodating actions, while justice functions as a balancing mechanism in distributing those actions among all relevant parties. This study is expected to serve as a foundation for ethical policymaking regarding genetic engineering technologies in the future.


Kata Kunci : Designer Babies, Utilitarianisme, Etika, Rekayasa Genetika

  1. S1-2025-476995-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476995-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476995-title.pdf