Alleviating Poverty Among Indonesian Farming Households: The Role of Income Diversification
LARASATI TITANIA AMALIA, Elan Satriawan, Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMIPenelitian ini mengkaji apakah pendapatan dari kegiatan non-pertanian dapat mengurangi kerentanan rumah tangga terhadap kemiskinan di pedesaan Indonesia. Sejalan dengan proses transformasi struktural, pemahaman terhadap potensi penanggulangan kemiskinan melalui pekerjaan non-pertanian menjadi penting. Dengan menggunakan data cross-pooled dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5, studi ini menganalisis pengaruh partisipasi rumah tangga dalam pekerjaan non-pertanian terhadap kerentanan rumah tangga, yang didenfinisikan sebagai probabilitas jatuh di bawah garis kemiskinan. Analisis difokuskan pada rumah tangga pertanian dan menggunakan estimasi fixed effect serta instrumental variable (IV) untuk mengatasi heterogenitas tak teramati dan potensi endogenitas dalam keputusan bekerja di sektor non-pertanian. Partisipasi non-pertanian diuraikan menjadi sektor. jasa dan manufaktur, mencakup pekerjaan bergaji maupun usaha mandiri, untuk menangkap perbedaan dampak. Instrumen berupa akses infrastruktur dan karakteristik ekonomi lokal digunakan untuk mengidentifikasi variasi eksogen partisipasi sektoral. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan non-pertanian secara signifikan mengurangi kerentanan rumah tangga, dengan dampak paling besar pada sektor jasa. Partisipasi di sektor manufaktur juga menurunkan kerentanan, meski dengan magnitudo lebih kecil. Rumah tangga yang hanya bergantung pada pertanian menunjukkan tingkat kerentanan lebih tinggi. Analisis regional memperlihatkan dampak lebih kuat di Jawa dibandingkan luar Jawa, kemungkinan akibat pasar kerja yang lebih maju dan akses lebih baik ke perkejaan non-pertanian. Temuan ini menegaskan pentingnya memperluas akses terhadap pekerjaan non-pertanian produktif serta mendukung mobilitas tenaga kerja pedesaan sebagai strategi memperkuat ketahanan rumah tangga terhadap kemiskinan.
This study investigates whether off-farm income reduces household vulnerability to poverty in rural Indonesia. In line with the broader process of structural transformation, understanding the poverty-reducing potential of non-agricultural employment is critical. Using cross-pooled data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) Waves 4 and 5, this study examines the effect of off-farm participation on household vulnerability, defined as the probability of falling below the poverty line. The analysis focuses on agricultural households and employs fixed effects and instrumental variable (IV) estimations to address unobserved heterogeneity and potential endogeneity in off-farm work decisions. Off-farm participation is disaggregated into services and manufacturing sectors, encompassing both wage and self-employment activities, to capture heterogeneity in outcomes. IV such as access to infrastructure and local economic characteristics are used to predict exogenous variation in sectoral participation. The results show that engagement in off-farm activities significantly reduces household vulnerability, with the strongest effects observed in the services sector. Participation in manufacturing also reduces vulnerability, though the magnitude is smaller. In contrast, households relying solely on agricultural income exhibit consistently higher vulnerability. Regional disaggregation shows that the impact of off-farm income on reducing vulnerability is stronger in Java than in non-Java areas, likely due to deeper labour markets and better access to non-farm jobs. These findings highlight the importance of improving access to higher-productivity non-farm employment and supporting rural labour mobility as a strategy to strengthen household resilience to poverty.
Kata Kunci : Off-farm income, vulnerability to poverty, instrumental variables, IFLS, rural Indonesia