Pengaruh Perlakuan Warm Shot-peening terhadap Karakteristik Permukaan, Kekerasan, dan Korosi Aluminium Paduan 6061
Raya Daffa Nandiwardhana, 4. Dr. Ir. Budi Arifvianto, S.T., M.Biotech.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Aluminium paduan merupakan salah satu jenis material yang banyak
diminati untuk keperluan industri karena memiliki sifat yang ringan dan
ketahanan korosi yang sangat baik. Sifat ketahanan korosi dan mampu bentuk yang
baik menjadikan aluminium banyak sekali digunakan dalam industri perkapalan,
pesawat terbang, hingga kebutuhan rumah tangga. Peningkatan pemanfaatan produk
berbahan dasar aluminium paduan akan mangharuskan para produsen untuk melakukan
rekayasa pada material mentah agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Shot-peening
merupakan salah satu contoh rekayasa permukaan yang dilakukan untuk sifat
mekanik dari material-material logam. Salah satu variasi dari shot-peening adalah
warm Shot-peening yang dilakukan untuk menganalisis pengaruhnya
terhadap karakteristik permukaan, kekerasan, dan ketahanan korosi pada
aluminium paduan.
Metode yang dipakai yakni menembakkan bola baja diameter 1 mm dengan
tekanan 7 hingga 6 bar selama 0, 5, 10, 15, 20 menit. Spesimen yang dipakai
memiliki dimensi panjang 23 mm, lebar
23 mm, dan ketebalan 7.5 mm. Preparasi spesimen dengan
pemolesan diperlukan untuk mendapatkan keseragaman kekasaran permukaan awal.
Pengujian korosi dilakukan di dalam larutan elektrolit NaCl 0,9%. Perlakuan warm
shot-peening menunjukkan adanya perubahan bentuk morfologi permukaan yang
dibuktikan dengan meningkatnya nilai surface roughness (Ra) dari 0,18 ?m
menjadi 7,347 ?m. Efek pengerasan permukaan setelah perlakuan shot-peening
terjadi akibat deformasi plastis saat bola baja menumbuk permukaan spesimen
kekerasan meningkat dari 106,7 kgf/mm2
menjadi 157,3 kgf/mm2, sebaliknya pada warm shot-peening kekerasan menurun dari 106,7 kgf/mm2 menjadi 68,77 kgf/mm2 yang
mana terjadi pelunakan akibat proses dynamic recrystallization akibat proses panas lokal dan deformasi
plastis.
Dapat diambil
kesimpulan bahwa perlakuan shot-peening dan warm shot-peening memiliki
pengaruh langsung terhadap karakteristik permukaan berupa perubahan morfologi
permukaan, kekasaran permukaan dan peningkatan kekerasan seiring dengan
bertambahnya durasi waktu perlakuan. Laju korosi pada spesimen tanpa perlakuan
dan dengan warm shot-peening pada pemanasan di ball dan spesimen
perlakuan 20 menit mengalami perbaikan dari 0,028 mm/year menjadi 0,020 mm/year
yang dipengaruhi oleh perbedaan kekasaran dan wettability permukaannya.
Alloyed aluminum is
one of the most sought-after materials in the industry due to its lightweight
properties and excellent corrosion resistance. Its good corrosion resistance
and formability make aluminum widely used in the shipbuilding, aerospace, and household
appliance industries. The increasing utilization of alloyed aluminum-based
products requires manufacturers to engineer the raw materials to meet the
required specifications. Shot-peening is an example of surface engineering
performed to enhance the mechanical properties of metallic materials. One
variation of shot-peening is warm shot-peening, which is carried out to analyze
its effects on surface characteristics, hardness, and corrosion resistance of
alloyed aluminum.
The method employed
involves shooting steel balls with a diameter of 1 mm at a pressure of 7 to 6
bar for 0, 5, 10, 15, and 20 minutes. The specimens used have dimensions of 23
mm in length, 23 mm in width, and 7.5 mm in thickness. Specimen preparation
through polishing is necessary to achieve uniform initial surface roughness.
Corrosion testing is conducted in a 0.9% NaCl electrolyte solution. The warm
shot-peening treatment shows changes in surface morphology, evidenced by an
increase in surface roughness (Ra) from 0.18 ?m to 7.347 ?m. Surface hardening
effects after shot-peening occur due to plastic deformation as the steel balls
impact the specimen surface, increasing hardness from 106.7 kgf/mm² to 157.3
kgf/mm². In contrast, warm shot-peening results in a decrease in hardness from
106.7 kgf/mm² to 68.77 kgf/mm², indicating softening due to the dynamic
recrystallization process caused by localized heat and plastic deformation.
It can be concluded
that shot-peening and warm shot-peening have a direct effect on surface
characteristics, including changes in surface morphology, surface roughness,
and hardness improvement with increasing treatment duration. The corrosion rate
of specimens without treatment and with 20 minutes of treatment enhanced from
0.028 mm/year to 0.020 mm/year, influenced by the differences in surface
roughness and wettability.
Kata Kunci : aluminium paduan, warm shot-peening, kekasaran permukaan, kekerasan, deformasi plastis