Pengaruh Kekhawatiran Privasi Pengguna Instagram dan TikTok terhadap Kesediaan Memberikan Data (Survei pada Masyarakat Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025)
Ardy Mahdi Nugroho, Dr. Rahayu, M.Si., M.A.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh internet privacy concern terhadap kesediaan pengguna memberikan data pribadi di media sosial. Data dari survei Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat akan perlindungan data pribadi sehingga menimbulkan berbagai kasus penyalahgunaan, pembobolan, dan pencurian data. Konsep privacy concern muncul karena keberadaan risiko atas penggunaan data yang tidak bertanggung jawab. Internet privacy concern pun memiliki keterkaitan erat dengan kesediaan untuk memberikan data pribadi. Penelitian yang berkaitan dengan privacy concern dan kesediaan untuk memberikan data pribadi di Indonesia sudah dikaji, tetapi belum menambahkan konteks perbedaan wilayah yang lebih spesifik serta perbedaan usia. Pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan data survei digunakan peneliti untuk melihat pengaruh antara internet privacy concern dengan kesediaan untuk memberikan data pribadi para pengguna platform media sosial Instagram dan TikTok dalam konteks perbedaan wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo dilihat dari pengguna media sosial usia remaja dan dewasa. Dari 413 responden yang ada, ditemukan adanya pengaruh antara internet privacy concern terhadap kesediaan untuk memberikan data. Akan tetapi, wilayah dan usia tidak terbukti memoderatori pengaruh ini. Selain itu, tabulasi dan analisis deskriptif mean menemukan adanya perbedaan karakteristik pada kedua wilayah dan kedua media sosial yang diteliti. Masyarakat Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo paling khawatir terhadap secondary usage. Sementara itu, data pribadi wajib seperti nomor telepon, tanggal lahir, dan nama lengkap di Instagram maupun TikTok adalah data pribadi yang paling enggan diberikan oleh responden. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman terkait dengan privasi dan data di masyarakat Indonesia.
This study aims to determine how internet privacy concern affects the willingness of users to provide personal data on social media. Data from a survey by Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia shows the low level of public concern and awareness of personal data protection, resulting in various cases of misuse, breaches, and data theft. The concept of privacy concern arises because of the risk of irresponsible use of data. Internet privacy concern also has a close relationship with the willingness to provide personal data. Research related to privacy concern and willingness to provide personal data in Indonesia has been reviewed, but has not added the context of more specific regional differences and age differences. A quantitative approach with survey data collection methods is used by researchers to see the influence between internet privacy concern and the willingness to provide personal data of users of the Instagram and TikTok social media platforms in the context of regional differences in Yogyakarta City and Kulon Progo Regency seen from teenage and adult social media users. Of the 413 respondents, it was found that there was an influence between internet privacy concern and willingness to provide data. However, region and age were not shown to moderate this effect. In addition, tabulation and descriptive mean analysis found differences in the characteristics of the two regions and the two social media studied. People in Yogyakarta City and Kulon Progo Regency were most concerned about secondary usage. Meanwhile, mandatory personal data such as phone number, date of birth, and full name on Instagram and TikTok are the personal data that respondents are most reluctant to provide. This research is expected to broaden the understanding related to privacy and data in Indonesian society.
Kata Kunci : Internet privacy concern, data pribadi, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, TikTok, Instagram