Penentuan Prioritas Pemeliharaa Jalan Rel Pada Wilayah Resort Jalan Rel 6.4 Yogyakarta Menggunakan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FUZZY AHP)
Nidaul Fauzna Rachman, Nursyamsu Hidayat, S.T., M,T., Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Tingginya frekuensi perjalanan kereta berdampak pada kebutuhan pemeliharaan jalan rel. Namun, seringkali keterbatasan anggaran yang ada menyebabkan kegiatan pemeliharaan belum dapat terpenuhi secara menyeluruh, sehingga dibutuhkan strategi penentuan skala prioritas pemeliharaan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi struktur hierarki penyelesaian permasalahan, dan menentukan prioritas pemeliharaan jalan rel melalui pendekatan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) yang mampu menghasilkan keputusan yang lebih akurat dengan mempertimbangkan ketidakpastian penilaian. Data dikumpulkan melalui rekapitulasi kerusakan komponen jalan rel dan pengisian kuesioner AHP kepada tujuh responden kantor Resort Jalan Rel 6.4 Yogyakarta yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan metode Fuzzy AHP untuk memperoleh bobot kriteria dan alternatif prioritas. Struktur hierarki pada penelitian ini terdiri dari tujuan utama yaitu penentuan prioritas pemeliharaan komponen jalan rel, dengan tujuh kriteria (biaya, potensi resiko, tingkat kerusakan, ketersediaan material, ketersediaan SDM, kenyamanan penumpang, dan kemudahan pelaksanaan), serta tiga alternatif pilihan yaitu pemeliharaan rel, bantalan, dan balas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria utama responden memilih potensi resiko sebagai kriteria prioritas dengan bobot sebesar 23%, diikuti dengan tingkat kerusakan 18%, kenyamanan penumpang 16%, kemudahan pelaksanaan 12%, ketersediaan 12%, biaya 10%, dan ketersediaan SDM 9%. Sedangkan pada analisis alternatif, pemeliharaan rel menjadi prioritas pemeliharaan dengan bobot total sebesar 40%, diikuti pemeliharaan balas 36%, dan pemeliharaan bantalan 24%. Prioritas ini didasari dari hasil pembobotan setiap alternatif terhadap kriteria utama, dimana keterkaitan antar kriteria mencerminkan konsistensi hasil penilaian responden, sementara selisih bobot total yang tipis antara dua alternatif teratas menunjukkan bahwa metode Fuzzy AHP mampu menangkap perbedaan persepsi responden secara akurat.
High frequency of train trips increases the need for railway track maintenance. However, the budget constraints often prevent maintenance activities from being fully implemented, this requiring an effective and efficient priority setting strategy. This study aims to identify the hierarchical structure of the problem and determine the railway track maintenance priorities using Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) method, which enables more accurate decisions by considering uncertainty in assessments. Data were collected through recapitulation of track component damages and AHP questionnaires completed by seven respondents from the Railway Resort Office 6.4 Yogyakarta, then analyzed using Fuzzy AHP method to obtain the weights of criteria and priority alternatives. The hierarchy structure consists of the overall goal, which is determining the maintenance priority, seven criteria (cost, risk potential, damage level, material availability, human resource availability, passenger comfort, and ease of implementation), with three alternatives: rail maintenance, sleeper maintenance, and ballast maintenance. Result show that respondents prioritized risk potential with a weight of 23%, followed by damage level 18%, passenger comfort 16%, ease of implementation 12%, material availability 12%, cost 10%, and human resource availability 9%. For alternatives, rail maintenance was the highest priority with a weight of 40%, followed by ballast maintenance 36%, and sleeper maintenance 24%. This prioritization is based on the weighting of each alternative against the criteria, where the interrelation among criteria reflects the consistency of respondent’s evaluations, while the small differences between the top alternatives show the ability of Fuzzy AHP method to capture differences in respondent’s perception.
Kata Kunci : Fuzzy AHP, pemeliharaan jalan rel, prioritas, pengambilan keputusan