Pemanfaatan Arsip Pengeboran Sumur Artesis Afdeeling Semarang Masa Hindia-Belanda (1879 - 1933) di Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan
Shifa Fauzia Ramadhani, Lillyana Mulya, S.S., M.A.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengelolaan Arsip Rekaman Informasi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan arsip pengeboran sumur artesis afdeeling Semarang masa Hindia-Belanda (1879 - 1933) untuk menunjang kerja Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi partisipatif melalui pelaksanaan magang, wawancara dengan seorang arsiparis dan tiga ahli geologi PATGTL, studi arsip dengan analisis isi arsip, dan studi dokumen dengan menelusuri jurnal, buku, dan kebijakan pemerintah.
Dari penelitian ini diketahui bahwa arsip pengeboran sumur artesis masa Hindia-Belanda merupakan arsip statis yang baru selesai direkonstruksi pada tahun 2024. Kini, penyimpanan arsip dilakukan secara mandiri di PATGTL guna kepentingan digitisasi dan pemanfaatan lebih lanjut oleh tim geologi dan instansi yang sama. Pemanfaatan arsip di antaranya untuk referensi data pembanding, dan sejarah eksploitasi air tanah. Salah satu series yang dimanfaatkan adalah arsip afdeeling Semarang-Demak yang digunakan untuk penyusunan database pengeboran sumur wilayah Semarang-Demak yang dalam beberapa waktu ini sedang menghadapi fenomena penurunan tanah masif. Selain pemanfaatan internal, arsip pengeboran sumur artesis seperti data lokasi pengeboran, log bor dan deskripsinya, litologi batuan, dan data kualitas air tanah juga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh peneliti eksternal. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala aksesibilitas arsip, seperti ketidaklengkapan arsip, tidak adanya koordinat lokasi, dan kesulitan dalam memahami isi arsip dengan bahasa Belanda. Strategi peningkatan pemanfaatan arsip sumur artesis yang sedang diupayakan oleh PATGTL adalah pengembangan database arsip digital, pemetaan ulang titik lokasi sumur yang diintegrasikan dengan peta terkini, dan melakukan penelusuran kebijakan terkait air tanah pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda.
The purpose of this research is to examine the utilization of artesian well drilling archives afdeeling Semarang during Dutch East Indies Period (1879 - 1933) to support the work of the Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. This research used descriptive qualitative research method. Data were collected using participatory observation techniques through internships, interviews with an archivist and three PATGTL geologist, archival studies with content analysis of archives, and document studies by tracing journals, books, and government policies.
From this study, it is known that the artesian well drilling archives from Dutch East Indies era are considered as archives that were only reconstructed in 2024. Currently, archive storage is carried out independently at PATGTL for the purpose of digitization and further utilization by the geology team from the same agency. The utilization of archives includes reference for comparative data, and the history of groundwater exploitation. One of the series utilized is the afdeeling Semarang-Demak archive which is used to compile a database for drilling wells in the Semarang-Demak area, for it has recently been facing massive land subsidence phenomenon. In addition to internal utilization, artesian well drilling archives such as drilling location data, drill logs and their descriptions, rock lithology, and groundwater quality data also have the potential to be utilized by external researchers. However, this study also found obstacles in the archive accessibility, such as incomplete archives, lack of location coordinates, and difficulty in understanding the contents of the archives in Dutch. The strategy to improve the utilization of artesian drilling well archives that is being pursued by PATGTL is the development of a digital archive database, remapping of well location points integrated with the latest maps, and conducting a search for policies related to groundwater during the Dutch East Indies government.
Kata Kunci : pemanfaatan arsip, arsip pengeboran artesis, dan arsip Hindia-Belanda