Laporkan Masalah

Produksi dan Reproduksi Pengetahuan Pengobatan Tradisional Malaria pada Masyarakat Pulau Sebesi, Lampung Selatan

Vera Budi Lestari Sihotang, Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, MA

2025 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian tentang produksi dan reproduksi pengetahuan pengobatan tradisional untuk malaria dilakukan pada masyarakat Sebesi, Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah alasan masyarakat Sebesi memakai pengobatan tradisional; menjelaskan teknik-teknik pengobatan tradisional malaria; menelaah produksi reproduksi pengetahuan pengobatan tradisional malaria; dan menafsirkan relasi kuasa pengetahuan didalamnya. Penelitian dilakukan sejak akhir 2019 hingga 2022, menggunakan metode studi literatur; penelusuran gagasan pengobatan tradisional dan modern; observasi partisipasi; kuesioner dengan responden sebanyak 30 orang; wawancara mendalam (jumlah informan sebanyak 60 orang); pengumpulan spesimen voucher dan identifikasi jenis tumbuhan obat. Informan terdiri dari penduduk setempat, dukun, tokoh masyarakat, ”orang pintar”, bidan, dan lain-lain. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait produksi dan reproduksi pengetahuan pengobatan malaria. Pengobatan tradisional malaria masyarakat Sebesi terdiri dari pengobatan tutuk mata, tangos, ramuan jenis tumbuhan pahit, dengan cacing, cula, dan air laut. Dalam konteks pengobatan tradisional malaria di Pulau Sebesi, produksi dan reproduksi pengetahuan pengobatan malaria dilakukan oleh aktor-aktor tertentu seperti dokter, dukun, ”orang pintar”, masyarakat Lampung, Jaseng, orang-orang Canti, keluarga, dukun, hingga bidan. Selain itu, relasi kuasa dan pengetahuan dari para aktor memengaruhi secara signifikan produksi dan reproduksi pengetahuan pengobatan malaria.

Research on the production and reproduction of traditional medicine knowledge for malaria was conducted in Sebesi community, South Lampung. This research aims to examine the reasons why the Sebesi community uses traditional medicine; explain traditional malaria treatment techniques; examine the production and reproduction of traditional malaria treatment knowledge; and interpret the knowledge power relations therein. The research was conducted from the end of 2019 to 2022, using the methods of literature study; search for traditional and modern medicine ideas; participant observation; questionnaires with 30 respondents; in-depth interviews (60 informants); collection of voucher specimens and identification of medicinal plant species. Informants consisted of local residents, traditional healers, community leaders, smart people, midwives, and others. Data were analyzed using a thematic approach to identify patterns and key themes related to the production and reproduction of malaria treatment knowledge. The traditional malaria treatment of the Sebesi community consists of tutuk mata, tangos, bitter herbs, worms, horns, and seawater. In the context of traditional malaria treatment on Sebesi Island, the production and reproduction of malaria treatment knowledge is carried out by certain actors such as doctors, shamans, smart people, Lampung people, Jaseng, Canti people, families, shamans, and midwives. In addition, the power and knowledge relations of the actors significantly influence the production and reproduction of malaria treatment knowledge.

Kata Kunci : pengobatan tradisional malaria, Pulau Sebesi, produksi dan reproduksi pengetahuan, relasi kuasa dan pengetahuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.