Analisis Zona Land Subsidence Berdasarkan Rasio Vp/Vs Menggunakan Pengukuran Mikrotremor Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) di Kota Pekalongan dan Sekitarnya
Carelica Fitara, Drs. Imam Suyanto, M.Si. ; Haunan Afif, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOFISIKA
Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang terletak di pesisir utara
Jawa yang dikenal rentan terhadap bencana alam seperti banjir rob dan penurunan
muka tanah. Wilayah ini diprediksi sebagai salah satu kota yang berisiko
tenggelam dikarenakan laju penurunan muka tanahnya yang begitu cepat serta
kenaikan muka laut. Wilayah penelitian mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten
Pekalongan, dan Kabupaten Batang, yang masing-masing memiliki karakteristik
geologi dan morfologi yang berbeda. Ditinjau dari segi geologi, pekalongan
tersusun dari batuan aluvial muda yang tebal memiliki sifat lunak, jenuh air,
sehingga sangat berpotensi mengalami penurunan muka tanah, terutama di daerah
pesisir dan dataran rendah.
Pada penelitian ini,
potensi penurunan muka tanah diidentifikasi menggunakan parameter perbandingan
nilai kecepatan gelombang kompresi (Vp) dengan kecepatan gelombang geser (Vs). Nilai tersebut diperoleh dari 120 data
pengukuran mikrotremor dengan menggunakan metode Horizontal to Vertical
Spectral Ratio (HVSR). Dari pengolahan tersebut diperoleh parameter
frekuensi dominan (f0) dan
amplifikasi (A0) yang
dapat digunakan untuk mendukung interpretasi kerentanan tanah. Inversi
dilakukan menggunakan metode ellipticity curve untuk mendapatkan nilai Vp, Vs, serta kedalaman di tiap titik pengukuran
yang selanjutnya dibandingkan untuk dapat mengetahui distribusi zona penurunan
muka tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
di wilayah utara, yaitu Kota Pekalongan bagian utara serta daerah pesisir
Kabupaten Pekalongan terdeteksi merupakan zona yang rentan terhadap penurunan
muka tanah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Vp/Vs yang tinggi (6,3 – 7,5) serta didukung oleh
nilai frekuensi dominan (f0) yang
rendah serta amplifikasi (A0) yang
tinggi. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa di wilayah tersebut berada di
lapisan dengan sedimen yang tebal, lunak, serta jenuh air. Sementara itu,
wilayah penelitian di daerah selatan menunjukkan hasil yang sebaliknya.
Pekalongan City is one of the areas located on the northern coast of Java,
known to be vulnerable to natural disasters such as tidal flooding (rob) and
land subsidence. This region has been projected as one of the cities at risk of
submergence due to its rapid rate of land subsidence combined with rising sea
levels. The study area covers Pekalongan City, Pekalongan Regency, and Batang
Regency, each of which has distinct geological and morphological
characteristics. Geologically, Pekalongan is composed of thick, young alluvial
deposits that are soft and water-saturated, making the area highly susceptible
to land subsidence, particularly in coastal and lowland zones.
In this study, the potential for land subsidence was identified using the
ratio between compressional wave velocity (Vp) and shear wave velocity (Vs). These values were derived from
120 microtremor measurement points using the Horizontal to Vertical Spectral
Ratio (HVSR) method. From the HVSR analysis, two key parameters were obtained:
dominant frequency (f0) and amplification (A0), both of which support the
interpretation of soil vulnerability. The inversion was carried out using the
ellipticity curve method to generate Vp, Vs, and depth values at each
measurement point, which were then compared to determine the distribution of
land subsidence zones.
The results show that the northern region, particularly northern Pekalongan City and the coastal areas of Pekalongan Regency, is identified as a zone highly vulnerable to land subsidence. This is indicated by high Vp/Vs values (6,3 – 7,5), along with low dominant frequencies (f0) and high amplification values (A0), suggesting the presence of thick, soft, and water-saturated sediment layers. Meanwhile, the southern parts of the study area show the opposite characteristics.
Kata Kunci : Penurunan muka tanah, mikrotremor, HVSR, rasio Vp/Vs