Kajian Luaran Klinis Regimen Terapi pada Pasien Lupus Nefritis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Elisabeth Herdiyan Era Rosari, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2025 | Skripsi | FARMASI
Lupus Nefritis (LN) merupakan salah satu manifestasi penyakit SLE yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas tipe 3 yang menghasilkan pembentukan kompleks imun dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Lupus nefritis terjadi pada sekitar 40% pasien SLE. Meskipun pasien lupus nefritis telah mendapatkan perawatan, sekitar 10 – 15% kasus berkembang menjadi end-stage renal disease (ESRD), bahkan pada pasien kelas III dan IV 44% diantaranya mengalami ESRD dalam waktu 15 tahun. Risiko morbiditas penyakit lupus nefritis sangat tinggi sehingga strategi pengobatan berperan penting untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi ESRD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regimen terapi dan luaran klinisnya pada pasien lupus nefritis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sehingga diharapkan dapat diketahui efektivitas dari berbagai regimen terapi dan dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan model cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien lupus nefritis yang mendapatkan pengobatan di Poli Penyakit Dalam Sub Poli Rheumatologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Juni – Desember 2024 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian menggunakan sumber data sekunder berupa catatan rekam medis pasien. Luaran klinis terapi berupa efektivitas pemberian regimen terapi yang dilihat dari derajat aktivitas penyakit dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan persentase. Terdapat 60 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan diagnosis lupus nefritis atau SLE dengan manifestasi nefritis. Jenis obat yang paling sering digunakan adalah mikofenolat (80%) dan kombinasi terapi terbanyak adalah HCQ dengan mikofenolat (41,67%). Luaran klinis dikategorikan dalam beberapa kategori aktivitas penyakit berdasarkan skor SLEDAI. Dari beberapa pola regimen terapi yang digunakan diperoleh hasil sebanyak 63,33% pasien memiliki skor SLEDAI 0 (tanpa aktivitas penyakit) yaitu nilai yang menunjukkan adanya perbaikan gejala. Sebanyak 56,67% pasien berhasil mencapai skor SLEDAI rendah (0 – 5) tanpa mengalami perubahan pola regimen terapi.
Lupus Nephritis (LN) is one of the manifestations of Systemic Lupus Erythematosus (SLE) caused by type 3 hypersensitivity reactions that lead to the formation of immune complexes, with high morbidity and mortality rates. Lupus nephritis occurs in about 40% of SLE patients. Despite receiving treatment, approximately 10 – 15% of cases progress to end-stage renal disease (ESRD), and in patients with class III and IV, 44% of them develop ESRD within 15 years. The risk of morbidity from lupus nephritis is very high, making therapeutic strategies crucial in preventing the progression to ESRD. This study aims to evaluate the treatment regimens and clinical outcomes in lupus nephritis patients at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, hoping to understand the effectiveness of various treatment regimens and support better clinical decision-making. This is an observational study using a cross-sectional model with retrospective data collection. The study population consists of all lupus nephritis patients treated at the Internal Medicine Clinic, Rheumatology Subspecialty, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, during the period of June – December 2024, using total sampling. The study uses secondary data from patient medical records. The clinical outcome of therapy is the effectiveness of the treatment regimen, assessed based on disease activity scores and analyzed descriptively, then presented in tables of distribution and percentages. Sixty patients met the inclusion criteria with a diagnosis of lupus nephritis or SLE with nephritis manifestation. The most frequently used medication was mycophenolate (80%), and the most common combination therapy was HCQ with mycophenolate (41,67%). Clinical outcomes were categorized based on disease activity scores using the SLEDAI score. Of the various treatment regimen patterns used, it was found that 63,33% of patients had a SLEDAI score of 0 (no disease activity), indicating symptom improvement. Additionally, 56,67% of patients achieved a low SLEDAI score (0-5) without changing their treatment regimen.
Kata Kunci : lupus nefritis, regimen terapi, luaran klinis