Laporkan Masalah

Kesejahteraan Psikologis di Era Masyarakat Digital: Menyelami Pengalaman Hidup Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada pada Fenomena Doomscrolling

Auliya Fitriaturrahma, Kafa Abdallah Kafaa, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini membahas terkait pengalaman dan pemaknaan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada fenomena doomscrolling dalam konteks kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus intrinsik dengan wawancara mendalam dan FGD sebagai cara pengumpulan data utama. Melalui pendekatan ini, mahasiswa FISIPOL UGM berperan aktif untuk membagikan pengalaman dan pemaknaannya pada fenomena doomscrolling. Meskipun 64 persen mahasiswa FISIPOL UGM berada pada kondisi kesejahteraan psikologis tinggi, temuan lapangan menunjukkan bahwa fenomena doomscrolling melemahkan kemampuan mahasiswa dalam: menentukan, meyakini, dan memaknai tujuan hidup; otonomi; serta penerimaan diri. Temuan ini diperkuat dengan pemaknaan mahasiswa FISIPOL UGM pada fenomena doomscrolling sebagai hiburan, pereda stres, kebutuhan sosial, serta melatih simpati dan empati. Pemaknaan tersebut mendorong terciptanya ilusi kontrol yang berdampak pada penurunan kesadaran dan keberdayaan mahasiswa dalam menghadapi sebuah tantangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan apabila doomscrolling merupakan bentuk konsumsi informasi digital yang tidak diimbangi dengan kesadaran penuh sehingga berdampak pada penurunan kesehatan fisik dan mental.

This study examines the experiences and interpretations of students at the Faculty of Social and Political Sciences (FISIPOL) at Gadjah Mada University (UGM) regarding the phenomenon of doomscrolling in the context of psychological well-being. The study employs an intrinsic case study method, utilizing in-depth interviews and focus group discussions (FGD) as primary data collection tools. Through this approach, FISIPOL UGM students actively share their experiences and interpretations of the doomscrolling phenomenon. Although 64 percent of FISIPOL UGM students are in a state of high psychological well-being, field findings indicate that the doomscrolling phenomenon weakens students' ability to: determine, believe in, and interpret life goals; autonomy; and self-acceptance. These findings are reinforced by FISIPOL UGM students' interpretations of the doomscrolling phenomenon as entertainment, stress relief, social need, and training in sympathy and empathy. Such interpretations foster an illusion of control, which impacts students' awareness and resilience in facing challenges. Therefore, it can be concluded that doomscrolling is a form of digital information consumption that is not balanced with full awareness, thereby affecting physical health and mental health.

Kata Kunci : doomscrolling, kesejahteraan psikologis, mahasiswa FISIPOL UGM, pengalaman, pemaknaan

  1. S1-2025-473168-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473168-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473168-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473168-title.pdf