Laporkan Masalah

Pengaruh Kenaikan PPN 11%, Strategi Bisnis, dan Tingkat Kompetisi dalam Industri terhadap Penghindaran Pajak pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020–2023

Monica Krisna, Dr. Puspita Ghaniy Anggraini, S.E.

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11%, strategi bisnis, dan tingkat kompetisi dalam industri terhadap penghindaran pajak pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penelitian ini, variabel kontrol yang dipertimbangkan adalah ukuran perusahaan (size), leverage, return on asset (ROA), dan pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan data panel dari 756 perusahaan yang terdaftar di BEI selama periode 2020–2023. Pengujian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif pada perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Sementara itu, strategi bisnis dan tingkat kompetisi dalam industri masing-masing menunjukkan pengaruh positif terhadap penghindaran pajak, dengan tingkat signifikansi yang kuat pada strategi bisnis dan signifikansi yang lebih lemah pada tingkat kompetisi. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi prospector cenderung menunjukkan tingkat penghindaran pajak yang lebih tinggi dibandingkan defender dan tingkat kompetisi yang lebih tinggi mendorong perilaku penghindaran pajak. Temuan ini juga menunjukkan bahwa kenaikan tarif PPN 11% tidak cukup memicu penghindaran pajak. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi para pemangku kepentingan dan regulator dalam mengevaluasi dampak kebijakan fiskal, khususnya kebijakan kenaikan tarif PPN, dan dalam mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan, seperti strategi bisnis dan tingkat kompetisi dalam industri, yang turut memengaruhi perilaku penghindaran pajak. 

This study aims to analyze the impact of the 11% Value Added Tax (VAT) rate increase, business strategy, and industry competition level on tax avoidance among companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The control variables considered in this research include firm size, leverage, return on assets (ROA), and the COVID-19 pandemic. The study employs panel data from 756 IDX-listed companies over the 2020–2023 period. A quantitative approach is used for the analysis, conducted through SPSS version 27. The results show that the VAT rate increase from 10% to 11% does not have a significant effect on tax avoidance. In contrast, both business strategy and industry competition level exhibit a positive effect on tax avoidance, with business strategy showing strong statistical significance and industry competition showing weaker significance. The findings indicate that firms adopting a prospector strategy tend to engage in higher levels of tax avoidance compared to those with a defender strategy. Additionally, higher industry competition is associated with increased tax avoidance behavior. These results also suggest that the 11% VAT rate increase alone is not sufficient to trigger significant tax avoidance responses. This study contributes to stakeholders and regulators by providing insights into the fiscal impact of VAT policy changes, and by highlighting the importance of internal and external company factors, such as business strategy and industry competition, that influence tax avoidance behavior. 

Kata Kunci : PPN, strategi bisnis, kompetisi, penghindaran pajak

  1. S1-2025-480686-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480686-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480686-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480686-title.pdf