Prarancangan Pabrik Etilen dari Gas Alam Menggunakan Proses Methanol to Olefin (MTO) dengan Kapasitas 480.000 Ton/Tahun
LANGGENG WAFFIQ MUHAMMAD HERMAWAN, Ir. Moh Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D., IPU
2025 | Skripsi | TEKNIK KIMIA
Naskah ini menguraikan perancangan
pabrik konversi gas alam menjadi olefin menggunakan metode Methanol to Olefin
(MTO) dengan kapasitas produksi sebesar 480.000 ton olefin per tahun. Pabrik
ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri petrokimia yang terus meningkat
akan olefin. Proses utama meliputi konversi gas alam menjadi metanol, diikuti
oleh reaksi MTO untuk menghasilkan olefin utama seperti etilena dan propilena.
Perancangan mencakup analisis tahapan-tahapan
proses, pemilihan peralatan utama, serta integrasi sistem kontrol dan
instrumentasi guna memastikan operasi pabrik yang optimal dan efisien. Dalam
upaya mendukung keberlanjutan, teknologi penangkapan dan daur ulang karbon
diimplementasikan sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 35%
dibandingkan desain konvensional. Hasil produksi olefin mencapai 72?ri yield
teoritis, menunjukkan efisiensi proses yang tinggi.
Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan
bahwa pabrik ini tergolong proyek risiko tinggi (high risk) karena kompleksitas
proses produksinya, besarnya investasi modal yang dibutuhkan, dan teknologi
yang masih terus dikembangkan. Namun, pabrik ini masih menarik dan layak untuk
dikaji lebih lanjut. Proyek memerlukan Working Capital (WC) sebesar $126.657.266,96
dan Fixed Capital (FC) sebesar $181.345.980,34. Selain itu, Manufacturing
Cost (MC) tercatat sebesar $605.627.984,54. Pada pabrik etilen ini, dibutuhkan
jumlah karyawan sebanyak 325 orang. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time)
adalah 1,44 tahun sebelum pajak dan 1,78 tahun setelah pajak, menunjukkan
proyek dapat balik modal dalam waktu relatif singkat. Faktor
Lang sebesar 4,54 mengindikasikan bahwa biaya peralatan hanya merupakan
sebagian kecil dari total biaya modal proyek. Break Even Point (BEP) tercapai
pada tingkat produksi 35,51%, sedangkan Shutdown Point (SDP) berada pada
19,28%, yang menunjukkan batas minimum kapasitas produksi untuk menutupi biaya
variabel. Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 10,41%
mengindikasikan proyek masih layak secara finansial dibandingkan tingkat
diskonto yang digunakan. Selain itu, laporan ini membahas aspek keselamatan dan
analisis risiko yang juga menjadi bagian integral dalam perancangan guna
menjamin operasional pabrik yang aman dan andal. Dengan kapasitas produksi
sebesar 480.000 ton per tahun, pabrik ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi signifikan dalam memenuhi permintaan olefin domestik dan regional,
sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon nasional dan global.
This report presents the design of a
natural gas-to-olefin plant using the Methanol to Olefin (MTO) method with a
production capacity of 480,000 tons of olefin per year. The plant is designed
to meet the growing demand in the petrochemical industry for olefins, which are
key feedstocks in the production of plastics and various chemical products. The
main process involves converting natural gas into methanol, followed by the MTO
reaction to produce primary olefins such as ethylene and propylene. The design includes a comprehensive
process flow analysis, selection of major equipment, and integration of control
and instrumentation systems to ensure optimal and efficient plant operation. To
support sustainability goals, carbon capture and recycling technologies are
implemented, reducing carbon emissions by up to 35% compared to conventional
designs. The olefin yield reaches 72% of the theoretical capacity, indicating a
high process efficiency. The
economic feasibility study shows that this ethylene plant is considered a
high-risk project because of its complex production process, the large amount
of capital needed (with fixed capital at $181.35 million and working capital at
$126.66 million), and the fact that the technology is still being developed.
Despite these challenges, the project looks promising. It has a relatively
short payback period-about 1.44 years
before tax and 1.78 years after tax-which means the investment can be
recovered quickly. The Lang Factor of
4.54 tells us that equipment costs are only a small part of the total
capital investment. The plant reaches its break-even point at 35.51% of
production capacity and its shutdown point at 19.28%, so it can cover its
variable costs even when running at lower capacity. The discounted cash flow
rate of return is 10.41%, which is higher than the discount rate used,
indicating the project is financially viable. With manufacturing costs of
around $605.63 million and a workforce of 325 people, the plant is designed for
large-scale operation. Safety and risk
management are key parts of the
design to ensure smooth and secure operations. With an annual production capacity of 480,000 tons, this
plant is expected to play an important role in meeting domestic and regional demand for olefins, while also
helping to support efforts to reduce
carbon emissions nationally and globally.
Kata Kunci : Methanol to Olefin (MTO), Konversi gas alam, Olefin (etilena dan propilena), Penangkapan dan daur ulang karbon, Pengurangan emisi karbon, Efisiensi proses, Perancangan pabrik, Kelayakan ekonomi, Risiko tinggi (high risk)